Membaca merupakan keterampilan yang sangat penting dan menjadi pusat perhatian dalam usaha mengembangkan pendidikan. Belajar membaca merupakan langkah awal menuju tahap kemampuan membaca. Kemampuan membaca saat ini tidak hanya meliputi kemampuan mengenal simbol huruf tetapi mampu menginterpretasi sehingga mampu mengomunikasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan membaca di Sekolah Dasar Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang berjumlah 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan memperhatikan individu dan tempat yang diteliti, serta menganalisis data dengan cara yang bersifat induktif (berdasarkan temuan lapangan) dan deduktif (berdasarkan teori yang ada). Hasil dari penelitian mencakup refleksi peneliti, deskripsi dan interpretasi tentang masalah, serta kontribusi penelitian peneliti memfokuskan tiga aspek pendekatan fenomenologi. Adapun aspek tersebut meliputi; masalah apa yang terjadi, bagaimana masalah itu terjadi, kemudian bagaimana mengembangkan deskripsi-deskripsi yang mencakup permasalahan dari objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesadaran fonologis, kemampuan fonik, kekayaan kosakata terbukti unggul daripada kemampuan pada aspek kelancaran dan keterapahaman membaca. Temuan ini menyimpulkan bahwa beberapa sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka cenderung menguasai aspek fonem, fonik dan kosakata, namun memiliki aspek fluency yang kurang baik dan pemahaman yang lemah.
Copyrights © 2023