Perusahaan yang ingin mendapatkan hasil yang maksimal harus didampingi dengan karyawan yang sama juganya bekerja secara maksimal. Skala yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adaptasi dari skala yang sudah tercipta sebelumnya. Skala keterlibatan kerja diadaptasikan melalui skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES) berdasarkan Schaufeli dan Bakker (2004) dan skala kepribadian diadaptasikan melalui skala Big Five Inventory (BFI) berdasarkan John dan Srivastava (1999). Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hipotesis pertama penelitian ini ditemukan bahwa kepribadian dapat menjadi sebuah prediktor untuk mengetahui tingkatan keterlibatan kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan, dengan nilai R=0,646, F=36,877, dan p<0,05. Hipotesis berikutnya dalam penelitian ini ditemukan bahwa dimensi kepribadian ekstraversi (β=0,859 dan p<0,05) dan kesadaran (β =765 dan p<0,05) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterlibatan pekerjaan seorang karyawan. Sedangkan dimensi kepribadian keramahan, neurotisme dan keterbukaan terhadap pengalaman tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Copyrights © 2023