Pekabaran Injil tidak bisa untuk ditunda-tunda, meskipun menghadapipenghalang di ladang misi, yaitu masalah budaya yang kurangdipahami oleh pembawa berita Injil. Tetapi Tuhan tidak membiarkantugas tersebut berhenti oleh karena budaya, tentu ada solusi yang dapatdigunakan sebagai jembatan pemberitaan Injil Keselamatan. Meskipunada pula yang tidak menyetujui karena adanya ketakutan, bahwa akanmenimbulkan sinkritisme, akibat pemberitaan Injil yang melibatkanbudaya. Dan perlu dipahami disini adalah sebagai sarana tanpamengubah isi Injil serta diusahakan agar tidak menimbulkan suatupermasalahan dengan masyarakat setempat, dapat dikata untukmeminimalisir gesekan-gesekan yang akhirnya menjadi bumerangdalam penginjilan.
Copyrights © 2017