Pencemaran air oleh logam besi dari limbah cair industri menjadi masalah lingkungan yang serius. Metode pengolahan limbah cair yang terus dikembangkan yaitu penggunaan bioadsorben, salah satu bahan alami yang dapat digunakan adalah cangkang telur, cangkang telur yang digunakan yaitu cangkang telur ayam dan telur itik karena merupakan jenis telur yang umum dikonsumsi sehingga banyak limbah cangkang telur yang dihasilkan. Kandungan CaCO3 dalam cangkang telur memiliki peran penting dalam mengikat logam berat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyerapan ion logam Fe2+ agar kadar ion logam Fe2+ pada limbah cair bisa semakin berkurang. Untuk menurunkan kadar ion logam Fe2+ pada limbah cair digunakan bioadsorben cangkang telur ayam dan cangkang telur itik dengan variasi konsentrasi masing-masing 15 g/L; 20 g/L; 25 g/L; 30 g/L; dan 35 g/L. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan adsorpsi logam besi (Fe) dalam limbah cair industri menggunakan bioadsorben cangkang telur ayam dan telur itik dengan menggunakan variasi konsentrasi bioadsorben yang berbeda sehingga mencapai batas aman sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bioadsorben cangkang telur itik memiliki kemampuan penyerapan logam besi pada limbah cair industri yang lebih tinggi dibandingkan oleh biadsorben cangkang telur ayam, pada penggunaan bioadsorben cangkang telur ayam dengan variasi konsentrasi 15 g/L; 20 g/L; 25 g/L; 30 g/L; dan 35 g/L diperoleh efektivitas penyerapan yaitu dari 80,12%-91,07% sedangkan pada cangkang telur itik dengan variasi konsentrasi yang sama diperoleh efektivitas penyerapan yang lebih tinggi yaitu dari 90,73%-95,67%.
Copyrights © 2023