Ikan papuyu merupakan ikan ekonomis penting, sehingga budidayanya sudah cukup berkembang. Masalahnya para pembudidaya sering kekurangan benih ikan papuyu, sehingga perlua adanya usaha peningkatan produksi benih, di mana salah satunya adalah dengan pembenihan sistem corong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air optimal untuk mendapatkan daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan papuyu yang ditetaskan dengan sistem corong. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah Perlakuan O = tanpa aliran (debit aliran 0 L/menit), A = 0,001 L/detik, B = 0,002 L/detik dan C = 0,003 L/detik. Hasil penelitian menunjukkan daya tetas telur pada perlakuan O = 56,33%, A = 76,76; B = 84,40% dan C = 80,34%, sedangkan tingkat kelangsungan hidup larva, perlakuan O = 73,44%, A = 73,22%, B = 74,45% dan C = 79,22%. Daya tetas telur optimal pada debit aliran 0,002 L/detik, sedangkan tingkat kelangsungan hidup optimal pada debit aliran 0,003 L/detik
Copyrights © 2023