Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019

Pengaruh Herbisida dan Penyiangan Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang

Fany Yustian Kristiyanto (Universitas KH. A. Wahab Hasbullah)
Anggi Indah Yuliana (Universitas KH. A. Wahab Hasbullah)
Yudhy Wardhani (Universitas KH. A. Wahab Hasbullah)



Article Info

Publish Date
20 Feb 2020

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia baik diusahakan oleh perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Tebu ditanam sebagai penghasil gula yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kalori, bahan pengawet, industri, bahan farmasi, dan juga menambah cita rasa. Gula pasir dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat, juga digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan dan minuman. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan herbisida Amexone 500 SC dan penyiangan gulma pada pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang di Kebun Bibit Daerah Mlaten, Desa Sukosari, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan pada ketinggian 49 m dpl pada Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji yaitu P0: tanpa pengendalian gulma; P1: penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali (bebas gulma); P2: penyiangan secara manual dilakukan 4 minggu setelah tanam (MST) dan 8 MST; P3: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST; P4: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST; P 5: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 8 MST; P6: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 8 MST; P7: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST; P8: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali/bebas gulma) menghasilkan jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tertinggi pada 12 minggu setelah tanam (MST). Pengendalian gulma di tanaman tebu dengan perlakuan penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang dibandingkan perlakuan yang lain.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jamppertanian

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Other

Description

This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant ...