Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Vol 1, No 2 (2015): Riksa Bahasa Vol. 1 No.2 November 2015

KAJIAN HERMENEUTIK NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KATA-KATA FALIA (TABU) MASYARAKAT MUNA

Darminton Mondolalo (Universitas Sebelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2015

Abstract

Sastra tradisional yang berkembang pada masyarakat lampau banyak mengandung kearifan lokal yang dapat dijadikan pedoman hidup pada saat ini. Salah satu contoh kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal adalah sastra tradisional falia (tabu) yang berkembang pada masyarakat Muna. Dalam kata-kata tabu (falia) Muna ini terkandung nilai-nilai moral, ahlak, pendidikan, maupun etika. Nilai-nilai itu bermanfaat untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Kajian ini menggunakan metode hermeneutika. Data diperoleh dari informan dan pribadi penulis. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam falia adalah menjaga sikap, kehormatan, dan harga diri, menghormati dan menghargai sesama, mawas diri, saling menyayangi, saling melindungi, bersyukur, dan ketenanganKata kunci: kata-kata tabu (falia); hermeneutik; nilai; kearifan lokal.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

RBSPs

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Riksa Bahasa merupakan jurnal yang mempublikasikan kumpulan artikel hasil penelitian-penelitian dan telaah di bidang bahasa, sastra, tradisi lisan dan pembelajarannya. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan ...