Sastra tradisional yang berkembang pada masyarakat lampau banyak mengandung kearifan lokal yang dapat dijadikan pedoman hidup pada saat ini. Salah satu contoh kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal adalah sastra tradisional falia (tabu) yang berkembang pada masyarakat Muna. Dalam kata-kata tabu (falia) Muna ini terkandung nilai-nilai moral, ahlak, pendidikan, maupun etika. Nilai-nilai itu bermanfaat untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Kajian ini menggunakan metode hermeneutika. Data diperoleh dari informan dan pribadi penulis. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam falia adalah menjaga sikap, kehormatan, dan harga diri, menghormati dan menghargai sesama, mawas diri, saling menyayangi, saling melindungi, bersyukur, dan ketenanganKata kunci: kata-kata tabu (falia); hermeneutik; nilai; kearifan lokal.
Copyrights © 2015