Darminton Mondolalo
Universitas Sebelas November Kolaka, Sulawesi Tenggara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI KASAMBU MASYARAKAT MUNA SULAWESI TENGGARA Darminton Mondolalo
Riksa Bahasa Vol 2, No 1 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.1 Maret 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i1.8769

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membahas tentang struktur, konteks penuturan, proses penciptaan dan pewarisan, serta fungsi mantra dalam tradisi kasambu bagi masyarakat Muna Barat. Hasil penelitian ini dijadikan buku pengayaan pengetahuan tingkat SMA sebagai salah satu bentuk pelestarian tradisi kasambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografis. Model etnografi mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Model ini berupaya mempelajari peristiwa kultural yang terjadi dalam masyarakat dan menyajikan pandangan hidup mereka sebagai obyek studi. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen penelitian dan teknik penelitian. Hasil analisis mendeskripsikan bahwa mantra menggunakan media penyampaian berupa bahasa Muna lisan. Kata-kata yang digunakan menduduki fungsi sintaksis yang mengemukakan satu pikiran pokok. Pengunaan mantra disesuaikan dengan konteks dan ko-teks tradisi kasambu. Unsur bunyi dalam mantra kasambu memberikan efek yang merdu dan khidmat. Fungsi kasambu bagi masyarakat Muna Barat sebagai sistem proyeksi, alat pendidikan karakter, dan alat pengesahan kebudayaan. Hasil analisis menunjukan bahwa mantra dalam kegiatan tradisi kasambu merupakan bagian dari sastra lisan yang memiliki ciri khas tersendiri, serta nilai religi dan sosial yang ada dalam mantra kasambu relevan dengan pembelajaran sastra di SMA.Kata Kunci: kasambu; struktur dan fungsi mantra.
KAJIAN HERMENEUTIK NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KATA-KATA FALIA (TABU) MASYARAKAT MUNA Darminton Mondolalo
Riksa Bahasa Vol 1, No 2 (2015): Riksa Bahasa Vol. 1 No.2 November 2015
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v1i2.8759

Abstract

Sastra tradisional yang berkembang pada masyarakat lampau banyak mengandung kearifan lokal yang dapat dijadikan pedoman hidup pada saat ini. Salah satu contoh kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal adalah sastra tradisional falia (tabu) yang berkembang pada masyarakat Muna. Dalam kata-kata tabu (falia) Muna ini terkandung nilai-nilai moral, ahlak, pendidikan, maupun etika. Nilai-nilai itu bermanfaat untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Kajian ini menggunakan metode hermeneutika. Data diperoleh dari informan dan pribadi penulis. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam falia adalah menjaga sikap, kehormatan, dan harga diri, menghormati dan menghargai sesama, mawas diri, saling menyayangi, saling melindungi, bersyukur, dan ketenanganKata kunci: kata-kata tabu (falia); hermeneutik; nilai; kearifan lokal.