Sebagai orang tua yang mempunyai anak berketubuhan khusus, mereka diperhadapkan dengan berbagai masalah khususnya krisis emosi. Kondisi emosi yang dialami akan jauh berbeda bila dibandingkan ketika mereka menghadapi anak normal lainnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus, mereka harus bisa melakukan proses manajemen emosi dengan baik. Manajemen Emosi merupakan sebuah pola atau gaya seseorang didalam mengelola emosi yang timbul dalam dirinya. Jadi manajemen emosi adalah kesanggupan dari seseorang di dalam menguasai, menerima dan mengendalikan emosi. Untuk itulah peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana manajemen emosi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus perspektif iman kristiani. Disini peneliti menggunakan metode kualitatif deskiptif yang artinya peneliti menggunakan studi literatur/kepustakaan dan ditambah proses wawancara yang dilakukan kepada dua orang tua kristen yang mempunyai anak berkebutuhan khusus.Dimana tujuan dari penelitian ini dapat membantu orang tua dari anak berkebutuhan khusus semakin mengerti bagaimana melakukan manajemen emosi yang baik, sehingga orang tua bisa mengelola emosi yang timbul dari dalam dirinya ketika berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus tersebut.
Copyrights © 2023