Salah satu aspek penilaian yang digunakan investor, kinerja keuangan adalah pencapaian kegiatan berdasarkan kualitas dan kuantitas yang diperoleh dari pengelolaan keuangan selama perusahaan beroperasi. Indonesia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar ke 5 di dunia, peran sektor perkebunan dapat memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto Indonesia sebesar 3,94% pada tahun 2021, namun terdapat fluktuasi pada keuntungan yang diperoleh perusahaan perkebunan di Indonesia. Laba yang menurun dapat menandakan pengelolaan keuangan perusahaan yang kurang maksimal. Hal ini dapat disebabkan oleh penurunan penjualan, peningkatan utang, atau pengelolaan aset yang tidak efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh Gross Profit Margin, Liquidity (yang diukur dengan Current Ratio), dan Leverage (yang diukur dengan Debt-Debt-Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio) terhadap kinerja keuangan (diproksikan dengan Return On). Assets and Return on Equity) perusahaan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data keuangan 16 perusahaan perkebunan pada tahun 2017 hingga 2019 digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa Current Ratio dan Gross profit margin berpengaruh positif terhadap Return on Assets dan Return on Equity. Sementara itu, hanya Debt to Debt-Asset Ratio yang diproksi oleh variabel leverage yang merugikan Return on Assets. Sedangkan Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Return on Equity.
Copyrights © 2023