Daun Miana (Coleus scutellarioides benth) merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai tanaman hias. Secara tradisional tanaman miana telah banyak digunakan oleh Masyarakat sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti asma, batuk, penyakit hepatitis, penurun demam dan flu. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun miana adalah golongan Flavonoid, Tanin, Saponin dan Steroid. Nampaknya banyak orang di Indonesia belum banyak mengetahui tentang keberadaan daun miana, sehingga tidak mengetahui kandungan dan manfaat yang ada didalam daun tersebut. Bagian yang digunakan atau dimanfaatkan adalah daunnya dengan cara diperas daunnya sehingga mengeluarkan air dan diminum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya senyawa metabolit sekunder pada eksrak daun Coleus scutellarioides benth di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamuju Tengah. Berdasarkan hasil uji menunjukkan positif Alkaloid ditandai dengan Dragendroff, adanya endapan kemerahan, setelah penambahan dragendroff, adanya endapan putih Meyer, adanya endapan kuning Wagner, Flavonoid menunjukkan positif ditandai warna merah kehitaman, Tanin menunjukkan positif ditandai warna hitam, Saponin menunjukkan positif ditandai dengan adanya sedikit buih pada dinding tabung reaksi, Steroid menunjukkan negatif. Sedangkan di Kabupaten Mamuju Tengah menunjukkan positif Alkaloid ditandai dengan dragendroff, adanya endapan kemerahan setelah penambahan Dragendroff, adanya endapan putih Meyer, adanya endapan kuning Wagner, Flavonoid menunjukkan positif ditandai warna merah kehitaman, Tanin menunjukkan positif ditandai warna hitam, Saponin menunjukkan positif ditandai dengan adanya sedikit buih pada dinding tabung reaksi, Steroid menunjukkan negatif.
Copyrights © 2023