Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN MIANA COLEUS SCUTELLARIOIDES BENTH Zahra Salsabilah Akbar; Andi Nursanti; Wita Oileri Tikirik
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22949

Abstract

Daun Miana (Coleus scutellarioides benth) merupakan salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai tanaman hias. Secara tradisional tanaman miana telah banyak digunakan oleh Masyarakat sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti asma, batuk, penyakit hepatitis, penurun demam dan flu. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun miana adalah golongan Flavonoid, Tanin, Saponin dan Steroid. Nampaknya banyak orang di Indonesia belum banyak mengetahui tentang keberadaan daun miana, sehingga tidak mengetahui kandungan dan manfaat yang ada didalam daun tersebut. Bagian yang digunakan atau dimanfaatkan adalah daunnya dengan cara diperas daunnya sehingga mengeluarkan air dan diminum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya senyawa metabolit sekunder pada eksrak daun Coleus scutellarioides benth di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Mamuju Tengah. Berdasarkan hasil uji menunjukkan positif Alkaloid ditandai dengan Dragendroff, adanya endapan kemerahan, setelah penambahan dragendroff, adanya endapan putih Meyer, adanya endapan kuning Wagner, Flavonoid menunjukkan positif ditandai warna merah kehitaman, Tanin menunjukkan positif ditandai warna hitam, Saponin menunjukkan positif ditandai dengan adanya sedikit buih pada dinding tabung reaksi, Steroid menunjukkan negatif. Sedangkan di Kabupaten Mamuju Tengah menunjukkan positif Alkaloid ditandai dengan dragendroff, adanya endapan kemerahan setelah penambahan Dragendroff, adanya endapan putih Meyer, adanya endapan kuning Wagner, Flavonoid menunjukkan positif ditandai warna merah kehitaman, Tanin menunjukkan positif ditandai warna hitam, Saponin menunjukkan positif ditandai dengan adanya sedikit buih pada dinding tabung reaksi, Steroid menunjukkan negatif.
SOSIALISASI TENTANG BAHAYA PERGAULAN BEBAS DAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) KALANGAN REMAJA DI SMK NEGERI 1 RANGAS Nidia Utami Pahung; Haryanto Haryanto; Andi Nursanti; Wita Oileri Tikirik
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.43182

Abstract

Pergaulan bebas dan penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS) di kalangan remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat penting dan perlu diatasi. Remaja yang berusia 15-24 tahun merupakan kelompok yang paling rentan terhadap PMS. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas dan PMS, meningkatkan kemampuan remaja dalam menghindari perilaku yang berisiko terhadap PMS dan meningkatkan kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran PMS di kalangan remaja. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas dan PMS serta diskusi dan tanya jawab tentang PMS dan cara pencegahannya pada siswa dan siswa SMK Negeri 1 Rangas Mamuju Sulawesi Barat. Hasil kegiatan pengabdian masayrakat yang didapatkan adalah meningkatnya kesadaran dan pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas dan PMS, meningkatnya kemampuan remaja dalam menghindari perilaku yang berisiko terhadap PMS dan tersedianya informasi dan sumber daya yang akurat tentang PMS dan cara pencegahannya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan sosialisasi bahaya pergaulan bebas dan PMS di kalangan remaja di SMK Negeri 1 Rangas Mamuju telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas dan PMS. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran PMS di kalangan remaja.
EDUKASI PEMANFAATAN POTENSI PANGAN LOKAL SULAWESI BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DI MAN 1 POLEWALI MANDAR Ramlah Ramlah; Nurul Iqraini D; St Hijrah Alfiani; Andi Nursanti; Haerani Haerani; Rasydah Nur Tuada; Devi Bunga Pagalla; Aulia Rahmadani
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5049

Abstract

Pangan lokal adalah pangan yang diproduksi dalam jarak dekat dari tempat konsumsinya, dan dibudidaya oleh masyarakat setempat. Gerakan pangan lokal bertujuan untuk menghubungkan produsen (petani lokal) dan konsumen pangan yang berada pada wilayah geografis terbatas atau berada pada wilayah yang sama, termasuk pangan lokal yang ada di Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi MAN 1 Polewali Mandar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode edukasi terkait pemanfaatan pangan lokal menjadi pangan potensial. Kegiatan ini dihadiri siswa-siswi kelas XI MAN 1 Polewali Mandar yang berasal dari jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan mengedukasi potensi pangan lokal, manfaatnya bagi kesehatan, dan lingkungan, serta mengenalkan jenis-jenis produk olahan pangan lokal di Sulawesi Barat. Selanjutnya, dengan mengikutsertakan seluruh peserta dalam pemberian contoh produk olahan pangan potensial. Selain itu, produk pangan lokal dapat diolah menjadi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Hasil evaluasi diperoleh bahwa kegiatan PKM memberikan pemahaman baru yang menarik kepada peserta terkait potensi pangan lokal. Sebanyak 81,26% peserta menyatakan sangat setuju terhadap kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Sebanyak 89,7% peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian menambah pemahaman peserta terkait manfaat pangan lokal bagi kesehatan, lingkungan, dan masyarakat. Selain itu, sebanyak 83,67% peserta mengungkapkan bahwa kegiatan PKM yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi bagi siswa-siswi yang ada di MAN 1 Polewali Mandar.