Bu nyai sebagai salah satu komponen utama dalam pesantren, selain sebagai pendamping kyai, ibu rumah tangga, bu nyai juga menjadi wanita karir yang berprofesi di berbagai bidang. Tentu hal ini layak untuk dikaji dalam berbagai perspektif. Penelitian ini dilakukan menggunakan Perspektif Dhaw?bith al-Maslahah Romadhan Al-Bûthi. Rumusan masalah pada penelitian ini, Pertama, Bagaimana standarisasi maslahat yang ajukan oleh al- buthi dalam Dhawabith al-Almaslahah Fi- al- Syariah al- Islamiya? Kedua, Bagaimana Maslahat al-Buthi menelaah terkait fenomena wanita karir dari kalangan Bu Nyai? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pandangan Dhaw?bith al-Maslahah Romadhan Al-Bûthi terhadap peran Bu Nyai sebagai wanita karir. Dengan menggunakan analisis teks memungkinkan peneliti untuk menganalisis teks, pandangan, dan konteks budaya. Hasil dari penelitian ini: Pertama: dhawabith atau batasan-batasan maslahat tersebut masih dalam payung Maqasid Syariah, tidak bertentangan dengan Alquran, Hadis, qiyas, dan tidak menggugurkan maslahat yang lebih kuat atau setingkat dengannya. Kedua, terkait fenomena wanita karir dari kalangan Bu Nyai bila ditinjau dari standarisasi maslahah yang di ajukan oleh al-buthi, tidak ditemukan adanya pertentangan , justru sejalan, atau bahkan membawa misi dari maqashid syariah dalam hal ini teori maslahat yang standarisasinya sangat ketat dalam perspektif Al- Buthi.
Copyrights © 2023