Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Komunikasi SBAR oleh perawat di Rumah Sakit X Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 40 perawat yang aktif terlibat dalam kegiatan serah terima (handover). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup empat aspek Komunikasi SBAR, yaitu Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat di rumah sakit ini secara umum telah efektif dalam menyampaikan informasi terkait situasi, latar belakang, penilaian, dan rekomendasi pasien pada saat serah terima. Namun, terdapat ketidak konsistenan dalam penyampaian informasi latar belakang, seperti tanggal masuk dan riwayat keluhan sebelumnya. Evaluasi terhadap penerapan Komunikasi SBAR secara keseluruhan menunjukkan bahwa 40 responden (100%) menerapkan metode ini dengan baik. Dalam konteks ini, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran perawat terhadap aspek-aspek kunci yang mempengaruhi penerapan Komunikasi SBAR. Pelatihan dan pendidikan lanjutan dapat menjadi solusi untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan perawat dalam menyampaikan informasi secara terstruktur dan lengkap pada saat serah terima. Peningkatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan koordinasi tim perawatan.
Copyrights © 2024