Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Bakisah Bahasa Banjar Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Tentang Bahaya Buang Air Besar Sembarangan di Kota Banjarmasin Indrayadi Indrayadi; Yuhansyah Yuhansyah; Siti Fatimah; Putri Lestari
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i5.992

Abstract

Akses sanitasi di Kota Banjarmasin lebih tinggi dari pada capaian akses sanitasi di Indonesia, akan tetapi Kelurahan Pemurus Baru Kota Banjarmasin akses sanitasi baru mencapai 23,93% dan berpeluang untuk meningkatkan perilaku buang air besar sembarangan. Pelajaran muatan lokal yaitu kebudayaan Banjar menjadi pelajaran muatan lokal wajib pada setiap sekolah di Kota Banjarmasin. Bakisah adalah metode tutur tradisi Suku Banjar untuk mencapai cerita tanpa bermaksud menggurui. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai bahaya buang air besar sembarangan dengan menggunakan bakisah Bahasa Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperiment dengan desain one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Pemurus Baru 1 dan Sekolah Dasar Negeri Pemurus Baru 3. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar sebanyak 25 orang pada kelompok intervensi dan 19 orang pada kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh metode bakisah bahasa banjar dalam peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai bahaya buang air besar sembarangan.
Gambaran Behavior Based Safety Sebagai Upaya Penurunan Unsafe Action pada Pekerja Pekerja Konstruksi di PT. X Kota Surabaya Puspitasari, Nilam; Putri Hilintang, Rendhar; Yuhansyah, Yuhansyah; Fariz Dian Nugraha, Ahmad
Jurnal Kesehatan Pertiwi Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Pertiwi (Vol. 6 No.1 - Juni 2024)
Publisher : Poltekes Bhakti Pertiwi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Behavior Based Safety (BBS) merupakan penerapan sistematis penelitian psikologi tentang perilaku manusia terhadap masalah keselamatan di tempat kerja. Respon pekerja terhadap keselamatan terlihat dalam perilaku sehari-hari dengan etika berperilaku kerja di tempat kerja. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi pembangunan salah satu gedung bertingkat di Kota Surabaya. Rendahnya kesadaran para pekerja terhadap keselamatan kerja merupakan salah satu bentuk perilaku terhadap keselamatan kerja yang kurang baik. Perilaku yang kurang baik tersebut seringkali terlihat melalui tindakan tidak aman yang dilakukan pekerja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Behavior Based Safety sebagai upaya penurunan Unsafe Action pada pekerja pekerja konstruksi di PT. X Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen observasi CBC (Critical Behavior Checklist) dan angket. Populasi penelitian adalah adalah pekerja pada konstruksi di PT. X Surabaya sebanyak 66 orang dan menggunakan teknik total sampling sebanyak 37 orang. Uji korelasi Rank Spearman digunakan sebagai analisis statistiknya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku aman dengan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja (sig=0,016), kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (sig=0,003), persepsi risiko (sig=0,007), dan motivasi berperilaku aman (sig=0,029). Tidak terdapat hubungan antara perilaku aman dengan kebutuhan keselamatan (sig=0,712) dan penguatan positif (sig=0,914). Kesimpulan: Perusahaan sebaiknya mengaktifkan safety talk setiap pagi sebelum bekerja untuk menyampaikan informasi keselamatan di tempat kerja, khususnya mengenai perilaku aman dan memberikan penghargaan kepada pekerja yang mengutamakan perilaku aman dalam bekerja.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Tentang Bahaya Buang Air Besar Sembarangan Dengan Metode Bakisah Bahasa Banjar Di Sekolah Dasar Negeri Sungai Telan Besar 1 Indrayadi, Indrayadi; Yuhansyah, Yuhansyah; Lestari, Putri; Fatimah, Siti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v2i1.236

Abstract

This community service aims to enhance the knowledge of elementary school students about the dangers of open defecation using the Bakisah Bahasa Banjar method. This method is chosen for its effectiveness in capturing children's attention and delivering messages in an enjoyable manner. The Bakisah Bahasa Banjar method involves the introduction of imaginative characters exploring the consequences of improper waste disposal. Through storytelling, children are guided to understand its negative impacts on health, the environment, and society. This community service contributes positively to cultivating a generation that cares about cleanliness and public health through a cultural approach to promote health independence.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Di Wilayah Kecamatan Tabungenan Jamilah, Sri; Sri Purwanti Ariani; Ernawati, Ernawati; Yuhansyah, Yuhansyah
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i1.2948

Abstract

Anemia in pregnant women is a significant health issue that can affect both the mother and the fetus, including the risk of preterm labor, low birth weight, and complications during delivery. Pregnant women's knowledge about anemia prevention plays a crucial role in improving their health during pregnancy. Factors such as poor dietary habits, low iron intake, and lack of awareness about the importance of antenatal care are the main contributors to the high prevalence of anemia. With adequate understanding of anemia prevention, pregnant women are more likely to maintain a nutritious diet, take iron supplements regularly, and undergo routine prenatal check-ups to ensure optimal health. In the Tabunganen District, knowledge levels among pregnant women regarding anemia prevention vary, influenced by factors such as education, access to information, and support from healthcare providers. Educational programs conducted by midwives and health workers play an essential role in raising awareness about balanced nutrition, iron supplementation, and the importance of regular check-ups at health facilities. By increasing knowledge and awareness of anemia prevention among pregnant women, the incidence of anemia is expected to decrease, thereby improving maternal and fetal health and reducing the risk of complications during pregnancy and childbirth
Faktor Budaya Terhadap Kesadaran Masyarakat Dalam Mengatasi Masalah Buang Air Besar Sembarangan: Literature Review Indrayadi, Indrayadi; Yuhansyah, Yuhansyah; Asih, Hastin Atas
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i2.1252

Abstract

Buang air besar sembarangan merupakan isu global yang menyebabkan konsekuensi negatif yang serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam pemahaman faktor budaya yang mempengaruhi kesadaran masyarakat tentang sanitasi serta merumuskan strategi tindakan yang sesuai berdasarkan temuan dari sistematic literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan systematic literature review. Sumber literatur diperoleh dari pengindek seperti DOAJ, SCOPUS, dan Google Scholar dengan interval tahun penerbitan antara 2013 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal, lembaga sosial, dan interaksi antara budaya lokal dan global memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran dan perilaku masyarakat terkait sanitasi. Faktor-faktor budaya seperti norma, nilai, dan kepercayaan, serta lembaga sosial seperti keluarga, pendidikan, dan bisnis, memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk persepsi dan praktik sanitasi. Selain itu, interaksi antara budaya lokal dan global juga mempengaruhi kesadaran masyarakat terhadap sanitasi yang layak, sementara perbedaan budaya regional memengaruhi implementasi kebijakan sanitasi di tingkat lokal. Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan program sanitasi juga dipengaruhi oleh pengetahuan kontekstual, manajerial, dan teknis. Temuan ini memberikan landasan untuk merumuskan strategi tindakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi masalah buang air besar sembarangan, dengan memperhatikan faktor budaya yang relevan.
Pertunjukan Bapandung: Upaya Untuk Menghentikan Buang Air Besar Sembarangan Indrayadi, Indrayadi; Yuhansyah, Yuhansyah; Arif, Muhamad Syaiful; Jariah, Ainun; Salam, Rizkiy; Magfiro, Shafana Indika; Hanifa, Latifa Alya
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i5.1564

Abstract

Buang air besar sembarangan merupakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, dengan hubungan yang jelas terhadap penyakit diare. Penelitian memiliki tujuan untuk membandingkan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pementasan bapandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen, dengan desain pre test dan post test control group, melibatkan 35 peserta di SDN Pemurus Baru 1 dan 32 peserta di SDN Pemurus Dalam 1. Intervensi pemetasan bapandung diberikan kepada kelompok intervensi, setelah itu dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan, di mana 84% siswa kelompok intervensi mencapai kategori baik setelah intervensi, dibandingkan dengan 88% yang berada di kategori kurang sebelum intervensi. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji wilcoxon. Hasil uji menunjukkan nilai p hitung dibandingkan dengan nilai α lebih kecil sehingga didapatkan hasil yaitu adanya pengaruh antara pementasan bapandung terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya buang air besar sembarangan.
Penerapan Terapi Dzikir menggunakan Aplikasi Mobile terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Access Block di Instalasi Gawat Darurat Mira, Mira; Daud, Izma; Julianto, Julianto; Yuhansyah, Yuhansyah; Rachmadaniyah, Rachmadaniyah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.22026

Abstract

ABSTRACT Access block is a condition in which patients are unable to promptly obtain appropriate inpatient beds, potentially triggering psychological issues such as anxiety. This situation poses a significant challenge in Emergency Department (ED) services. Dzikir therapy using a mobile application represents a modern spiritual approach that integrates technology into psychological interventions to meet patients’ spiritual needs and reduce distress. This study aimed to evaluate the effectiveness of mobile-based dzikir therapy in reducing anxiety levels among patients experiencing access block in the ED. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 30 respondents were selected using accidental sampling. Data collection was conducted using the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) to measure anxiety levels before and after the intervention. The intervention consisted of dzikir therapy delivered through a mobile application during the patient's waiting time in the ED. The Wilcoxon test analysis showed a Z value of -5.069 and a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant reduction in anxiety levels after the intervention. Prior to the therapy, most participants were categorized as experiencing moderate to severe anxiety, but post-intervention results revealed that all respondents showed reduced anxiety levels, falling into the normal category. In conclusion, dzikir therapy using a mobile application is proven effective in lowering anxiety levels in patients experiencing access block in the ED.  Keywords: Access Block, Anxiety, Dzikir Therapy, Mobile Application, Spiritual Intervention.  ABSTRAK Access block merupakan kondisi ketika pasien tidak dapat segera memperoleh ruang rawat inap yang sesuai, yang berpotensi memicu gangguan psikologis seperti kecemasan. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Terapi dzikir menggunakan aplikasi mobile merupakan pendekatan spiritual modern yang mengintegrasikan teknologi dalam intervensi psikologis untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan mengurangi distress pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi dzikir berbasis aplikasi mobile dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang mengalami access block di IGD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa terapi dzikir menggunakan aplikasi mobile dilakukan selama masa tunggu pasien di IGD. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5.069 dan p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah diberikan terapi dzikir melalui aplikasi mobile. Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori kecemasan berat dan sedang, namun setelah intervensi seluruh responden mengalami penurunan kecemasan hingga masuk kategori normal. Kesimpulannya, terapi dzikir menggunakan aplikasi mobile terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien access block di IGD.  Kata Kunci: Access Block, Kecemasan, Terapi Dzikir, Aplikasi Mobile, Intervensi Spiritual.
PELATIHAN STRATEGI MEKANISME KOPING SEBAGAI SOLUSI MASALAH PSIKOSOSIAL PADA REMAJA DI SMPN 1 TABUNGANEN Husni, Muhammad; Baidah, Baidah; Yuhansyah, Yuhansyah; Ernawati, Ernawati; Asnuriyati, Wahyu; Indrayadi, Indrayadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24796

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan strategi mekanisme koping kepada siswa-siswi di SMPN 1 Tabunganen Barito Kuala. Identifikasi masalah psikososial pada remaja di sekolah ini mengindikasikan kebutuhan akan pendekatan holistik dalam pengembangan kesejahteraan psikologis. Melalui survei dan wawancara, permasalahan seperti stres akademik, konflik interpersonal, dan ketidakmampuan mengelola emosi ditemukan sebagai fokus utama. Materi pelatihan dikembangkan dengan pendekatan interaktif, termasuk penggunaan materi visual dan audiovisual, untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2024, melibatkan 60 siswa siswi. Hasil pelatihan mencerminkan peningkatan kesadaran psikososial, penguasaan strategi koping, dan perubahan positif dalam perilaku siswa. Dampak positif ini juga merambah ke kinerja akademik yang lebih baik dan hubungan sosial yang lebih harmonis di lingkungan sekolah. Modul bahan ajar yang dikembangkan menjadi sumber daya tambahan untuk mendukung kemandirian siswa dalam menghadapi tantangan psikososial.
FAKTOR DETERMINAN YANG BERPENGARUH PADA MASALAH PSIKOSOSIAL PADA REMAJA DI SMPN 1 TABUNGANEN Husni, Muhammad; Baidah, Baidah; Yuhansyah, Yuhansyah; Ernawati, Ernawati; Asnuriyati, Wahyu; Mawarni, Tri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan yang berpengaruh pada masalah psikososial pada remaja di SMPN 1 Tabunganen. Data dikumpulkan dari 213 remaja melalui kuesioner yang mencakup variabel usia, jenis kelamin, status ekonomi, status keluarga, status gizi, dan skor psikososial. Analisis univariat dan bivariat dilakukan untuk menganalisis distribusi frekuensi dan hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia, status ekonomi, status keluarga, dan status gizi dengan masalah psikososial pada remaja. Usia di bawah 15 tahun, status ekonomi rendah, status keluarga orangtua tunggal, dan status gizi kurang memiliki prevalensi yang lebih tinggi terkait masalah psikososial. Implikasi penelitian ini adalah perlunya program intervensi holistik yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial remaja. Diharapkan hasil ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengembangan kebijakan pendidikan dan layanan kesehatan mental di lingkungan sekolah.
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT X BANJARMASIN Mawarni, Tri; Yuhansyah, Yuhansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Komunikasi SBAR oleh perawat di Rumah Sakit X Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 40 perawat yang aktif terlibat dalam kegiatan serah terima (handover). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup empat aspek Komunikasi SBAR, yaitu Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat di rumah sakit ini secara umum telah efektif dalam menyampaikan informasi terkait situasi, latar belakang, penilaian, dan rekomendasi pasien pada saat serah terima. Namun, terdapat ketidak konsistenan dalam penyampaian informasi latar belakang, seperti tanggal masuk dan riwayat keluhan sebelumnya. Evaluasi terhadap penerapan Komunikasi SBAR secara keseluruhan menunjukkan bahwa 40 responden (100%) menerapkan metode ini dengan baik. Dalam konteks ini, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran perawat terhadap aspek-aspek kunci yang mempengaruhi penerapan Komunikasi SBAR. Pelatihan dan pendidikan lanjutan dapat menjadi solusi untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan perawat dalam menyampaikan informasi secara terstruktur dan lengkap pada saat serah terima. Peningkatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan koordinasi tim perawatan.