perawatan kesehatan kususnya pasien post apendiktomi beresiko terkena infeksi karena daya tahan yang menurun terhadap mikroorganisme infeksius. Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RSUD.dr.T.C.Hillers Maumere dari tahun 2016 – Mei 2023 didapatkan jumlah penderita Apendisitis sebanyak 661 orang, yang apendiktomi 595 orang dan yang terinfeksi 9 orang. Upaya pencegahan infeksi di Rumah Sakit melibatkan berbagai unsur, mulai dari peran pemimpin, petugas kesehatan maupun keluarga klien. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dalam proses pengambilan data awal selama 6 hari yaitu dari 12 pasien didapatkan 7 pasien (58%), mengatakan anggota keluarga kurang memberikan dukungan seperti perhatian, kasih sayang, rasa aman, dan 5 pasien (42%), mengatakan anggota keluarga selalu memberikan dukungan kepada klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari adanya hubungan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi pada pasien post apendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr.T.C.Hillers Maumere. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, menggunakan teknik Acidental dengan total sampel 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,031 maka Ho ditolak berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi. Hasil koefesien kontingensi sebesar 0,511 berada pada kategori tingkat hubungan sedang, sehingga dapat dinyatakan keeratan hubungan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga tersebar lebih banyak pada kategori cukup sedangkan upaya pencegahan infeksi tersebar lebih banyak pada kategori baik. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dan pasien harus bisa menerapkan informasi secara bersama-sama sehingga dapat mempengaruhi dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi.
Copyrights © 2024