Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Different Levels of Understanding among Indonesians on Home Care Services for Stroke Patients Chayati, Nur; Guru, Yustina Yantiana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.515 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1426

Abstract

Treating patients after a stroke requires long-term home care, but it is not accessible by all Indonesians. Therefore, this study examined stroke patients' understanding of home care and its factors. A comparative design with a survey approach was employed, and the respondents were from Western (n=193) and Eastern Indonesia (n=193). The data were analyzed using the Pearson Chi-square test with a significant level of 5% and three categories of knowledge level. Indonesians have a good understanding 67.3% on home care. Furthermore, Western Indonesians were more well-informed compared to Eastern Indonesians. However, a significant relationship between the level of understanding in these two regions was associated with education, gender, and exposure to information about home care (p less than 0.05). This inequality influenced their knowledge about home care services (p=0.000) since the information is not well-distributed. These findings imply that the distribution of information about home care is not evenly shared throughout Indonesia. This is against the contention that home care is a significant health service to reach remote communities. It is suggested that the available media can be used to socialize home care services to the Eastern Indonesian region. Abstrak: Pengobatan pasien pasca stroke memerlukan waktu perawatan di rumah yang cukup lama, namun tidak semua penduduk Indonesia mampu melakukannya. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman pasien stroke terhadap konsep home care dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian merupakan studi komparatif dengan pendekatan survey, dengan responden dari penduduk Indonesia Barat (n=193 responden) dan Indonesia Timur (n=193 responden). Data dianalisis dengan Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% dan dikelompokkan dalam tiga kategori tingkat pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 67,3% penduduk Indonesia pemahamannya terhadap home care adalah baik. Lebih jauh lagi, penduduk Indonesia Barat terbukti lebih paham tentang home care dibanding Indonesia Timur. Pengetahuan tentang home care berkorelasi secara signifikan dengan tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan paparan informasi tentang home care (p kurang dari 0,05). Perbedaan tingkat pengetahuan antara dua wilayah Indonesia ini (p=0,000) terjadi karena informasi tidak tersampaikan dengan baik. Penelitian ini berimplikasi bahwa distribusi informasi tentang home care belum diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Hal ini sangat berdampak signifikan mengingat home care adalah jenis pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau wilayah terpencil. Disarankan bahwa keberadaan media dapat digunakan untuk mensosialisasikan tentang layanan home care bagi wilayah Indonesia Timur.
TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PERUBAHAN NYERI KEPALA PASIEN HIPERTENSI EMERGENSI Trisna, Yunita; Guru, Yustina Yantiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43428

Abstract

Hipertensi emergensi adalah peningkatan tekanan darah secara mendadak mencapai >180/120 mmHg dengan disertai adanya kerusakan organ. Masalah keperawatan yang akan muncul yaitu nyeri akut. Penatalaksanaan nyeri akut dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri kepala pada hipertensi emergensi adalah menggunakan terapi relaksasi genggam jari. Teknik relaksasi genggam jari dinilai efektif untuk penurunan nyeri kepala pada penderita hipertensi emergensi. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengetahui asuhan keperawatan kritis pasien dengan hipertensi emergensi di Ruang ICU RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu orang pasien hipertensi emergensi dengan nyeri akut yang dirawat di Ruang ICU RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Instrument yang digunakan adalah observasi nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan SPO teknik relaksasi genggam jari. Analisa data dilakukan dengan cara menjabarkan seluruh jawaban yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi disajikan dalam bentuk naratif. Studi kasus menunjukkan bahwa pemberian teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri kepala pasien hipertensi emergensi selama 3 hari didapatkan hasil skala nyeri 7 turun menjadi skala nyeri 0. Hal ini menunjukan bahwa pemberian teknik relaksasi genggam jari berpengaruh terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi emergensi.
Patients, Knowledge, Nursing Pro description of NURS PROFESSIONAL STUDENTS' KNOWLEDGE ABOUT INDEPENDENT NURSING INTERVENTIONS IN PATIENTS INTENSIVE CARE UNIT DR. T.C. HILLER MAUMERE: GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA PROFESI NERS TENTANG INTERVENSI MANDIRI KEPERAWATAN PADA PASIEN INTENSIVE CARE UNIT RSUD dr. T.C. HILLLERS MAUMERE Guru, Yustina Yantiana
PENA NURSING Vol 3 No 02 (2025): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Independent nursing interventions are actions carried out by nurses without direct instructions from medical personnel, which aim to improve the quality of nursing care, especially for patients treated in the Intensive Care Unit (ICU). Nursing students as prospective professional nurses are expected to have adequate knowledge regarding independent interventions in clinical practice Objective. This study aims to determine the overview of nursing students' knowledge about independent nursing interventions in ICU patients at dr. T.C. Hillers Maumere Regional General Hospital. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The research sample was taken by total sampling from all nursing students who are currently undergoing practice in the ICU. Data were collected using a closed questionnaire and analyzed descriptively. The results: Level of knowledge of nursing professional students regarding independent nursing interventions in the ICU Results and Discussion: he results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (98%) regarding independent nursing interventions, including interventions for pain management, prevention of pressure ulcers, meeting nutritional needs, and psychological support. Conclusion: These results are expected to be used as material for evaluating and strengthening the nursing professional education curriculum to emphasize the mastery of independent interventions appropriate to the critical condition of patients in the ICU.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI PADA PASIEN POSTAPENDIKTOMI DI RUANG DAHLIA RSUD. dr. T. C. HILLERS MAUMERE Guru, Yustina Yantiana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25508

Abstract

perawatan kesehatan kususnya pasien post apendiktomi beresiko terkena infeksi karena daya tahan yang menurun terhadap mikroorganisme infeksius. Berdasarkan data yang diperoleh dari rekam medik RSUD.dr.T.C.Hillers Maumere dari tahun 2016 – Mei 2023 didapatkan jumlah penderita Apendisitis sebanyak 661 orang, yang apendiktomi 595 orang dan yang terinfeksi 9 orang. Upaya pencegahan infeksi di Rumah Sakit melibatkan berbagai unsur, mulai dari peran pemimpin, petugas kesehatan maupun keluarga klien. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dalam proses pengambilan data awal selama 6 hari yaitu dari 12 pasien didapatkan 7 pasien (58%), mengatakan anggota keluarga kurang memberikan dukungan seperti perhatian, kasih sayang, rasa aman, dan 5 pasien (42%), mengatakan anggota keluarga selalu memberikan dukungan kepada klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari adanya hubungan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi pada pasien post apendiktomi di Ruang Dahlia RSUD dr.T.C.Hillers Maumere. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, menggunakan teknik Acidental dengan total sampel 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,031 maka Ho ditolak berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi. Hasil koefesien kontingensi sebesar 0,511 berada pada kategori tingkat hubungan sedang, sehingga dapat dinyatakan keeratan hubungan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga tersebar lebih banyak pada kategori cukup sedangkan upaya pencegahan infeksi tersebar lebih banyak pada kategori baik. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dan pasien harus bisa menerapkan informasi secara bersama-sama sehingga dapat mempengaruhi dukungan keluarga dengan upaya pencegahan infeksi.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DESA WAIRBLELER MELALUI BISNIS TEPUNG DAN MINYAK IKAN SELAROIDES LEPTOLEPIS UNTUK MENDUKUNG SDG 3: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Guru, Yustina Yantiana; Erfin, Erfin; Bhae, Benediktus Yoseph; Beja, Henderikus Darwin; Rangga, Yohanes Paulus Pati; Delma, Agnes Defy; Syahrul, Syahrul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.59153

Abstract

Fishermen's work is 20 to 30 times higher risk than other jobs. There are significant health risks faced by fishermen due to their behavior, occupational hazards, and unsafe work environments. Fishermen tend to focus more on financial problems and ignore their health conditions. Hypertension is a health problem that is often experienced among fishermen. Selaroides leptolepis, or selar fish, is the favorite catch of fishermen in Wairbleler Village, Waigete District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. Consuming selar fish, which is high in omega-3 fatty acids and essential amino acids, is very beneficial for body health, including heart and blood vessel health. One of the health problems often experienced among fishermen is hypertension. There is a significant relationship between increased triglycerides, or hypertriglyceridemia, and hypertension, which can have an impact on heart failure and stroke. Some fishermen in Wairbleler Village experience hypertension and hypertriglyceridemia. The aim of community partnership empowerment (PkM) is to improve the health of fishermen, increase the profits from selar fish through fish flour and oil production, and enhance marketing capabilities using online media. PkM targets groups of male and female fishermen in Wairbleler Village. Empowerment methods include socialization, training, application of technology, mentoring, and evaluation. The results of the empowerment of Wairbleler Village fishermen show that the goals of the service activities were achieved, namely a reduction in hypertension and hypertriglyceridemia. Additionally, 500 packages of fish meal products and 500 bottles of selar fish oil were produced, generating profits for the fishermen group. Promotional videos for the products were also created and shared on Facebook, Instagram, and TikTok accounts belonging to the Wairbleler Village group. Therefore, at the sustainability stage, the program carried out by the Wairbleler Village fishermen group is expanding the marketing segment to mothers of toddlers and school children as an effort to achieve nutritional adequacy through the consumption of selar fish flour and oil. The Wairbleler Village government supports innovation in the diversification of selar fish by developing the scale of production of selar fish flour and oil.Pekerjaan nelayan beresiko 20 sampai 30 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Resiko kesehatan nelayan yang siginifikan karena perilaku nelayan, bahaya pekerjaan, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Nelayan lebih fokus pada masalah keuangan dan mengabaikan kondisi kesehatan. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan. Ikan Selaroides Leptolepis atau Selar merupakan ikan tangkap unggulan nelayan Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsumsi ikan Selar yang tinggi asam lemak Omega 3 dan asam amino esensial, sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan salah satunya hipertensi. Adanya hubungan yang bermakna dengan kenaikan trigeliserida atau hipertrigliseridemia dengan hipertensi dan akan berdampak pada gagal jantung dan stroke. Sebagian nelayan Desa Wairbleler mengalami hipertensi dan hipertrigliseridemia. Tujuan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kesehatan nelayan, meningkatkan profit ikan selar melalui tepung dan minyak ikan, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan media online. Sasaran PkM di kelompok nelayan pria dan nelayan wanita Desa Wairbleler. Metode pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada nelayan Desa Wairbleler, menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan pemberdayaan tercapai yaitu adanya penurunan hipertensi dan hipertrigliseridemia, tersedia produk tepung ikan sebanyak 500 kemasan dan minyak ikan selar sebanyak 500 botol yang menghasilkan profit bagi kelompok nelayan, adanya video promosi produk pada akun Facebook, Instagram, TikTok milik nelayan Desa Wairbleler. Oleh karena itu, pada tahap keberlanjutan program yang dilakukan oleh kelompok nelayan Desa Wairbleler dengan memperluas segmen pemasaran pada ibu balita, anak sekolah sebagai upaya kecukupan gizi melalui konsumsi tepung dan minyak ikan selar. Pihak pemerintah Desa Wairbleler mendukung inovasi diversifikasi ikan selar dengan pengembangan skala produksi tepung dan minyak ikan selar.