Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Vol. 1 No. 1 (2022): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia

Filosofi Huma Betang Dan Keberagaman Masyarakat Dayak

Meilani Simatupang (Universitas Kristen Balikpapan)
Michael Beka (Universitas Kristen Balikpapan)



Article Info

Publish Date
04 Jul 2022

Abstract

FILOSOFI Huma (huma yang artinya rumah dalam bahasa Dayak Ngaju) Betang adalah mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetiaan. Hingga kini filosofi itu masih menjadi pedoman dan diteladani oleh masyarakat yang hidup di Provinsi Kalteng. Bhkan untuk penyelesaian konflik etnis antara Suku Dayak dan Madura di Kalteng pada 2001, pendekatan falsafah Huma Betang ini dikedepankan sehingga pada akhirnya warga Suku Dayak bisa menerima kembali Suku Madura yang terusir saat konflik terjadi. Hal itu seperti dikatakan oleh Sabran Achmad, Ketua Kongres Penyelesaian Konflik Dayak Madura Tahun 2001. Ditemui dirumahnya, Selasa (25/8) dia menjelaskan, pada awalnya untuk menyelesaikan konflik antara Suku Madura dan Dayak pada 2001 dengan proses hukum berlaku. Namun kenyataannya hal itu tidak mudah dilakukan karena saat kejadiannya tidak ada yang tahu apa dan siapa penyebabnya. Secara hukum seperti dikemukakan Sabran susah diselesaikan, namun situasi saat itu bisa dikunci agar tetap kondusif.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

relinesia

Publisher

Subject

Religion

Description

Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan ...