Artikel ini membahas tentang kontroversi mengenai taraduf (sinonim) dan tadhadh (antonim) dalam Al-Qur'an, dengan fokus pada Surat Al-Waqiah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan data dari ayat-ayat Al-Qur'an dan sumber-sumber kepustakaan. Terdapat perdebatan di kalangan ulama mengenai eksistensi taraduf dalam Al-Qur'an, dengan pandangan yang berbeda-beda. Beberapa ulama menolak adanya taraduf dan menganggap setiap kata dalam Al-Qur'an memiliki makna yang unik, sementara yang lain menyatakan bahwa taraduf ada dalam Al-Qur'an sebagai tujuh bahasa atau dialek dari bahasa Arab yang memiliki satu makna. Dalam penelitian ini, ditemukan beberapa kata-kata dalam Surat Al-Waqiah yang memiliki makna taraduf (sinonim) dan antonim. Selain itu, juga ditemukan istilah At-Tahdhad yang memiliki arti antonim atau berlawanan. Contoh kata-kata yang ditemukan termasuk 'melihat' dan 'menanam', 'membuat' dan 'dosa', serta 'golongan kanan' dan 'golongan kiri'. Hasil penelitian ini mengacu pada beberapa referensi dan sumber yang relevan dalam mendukung analisis mengenai taraduf dan tadhadh dalam Al-Qur'an.
Copyrights © 2023