Tafsir Mafâtîh al-Gayb karya Fakhruddin al-Razi diklasifikasikan Al-Dzahabi sebagai tafsîr bi al-ra`yi dengan corak filsafat. Akan tetapi, ia tidak memberikan contoh konkret dari penafsiran dalam karyanya yang menggunakan pendekatan falsafi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang penting diperhatikan agar pembaca mengetahui penafsiran mana dalam kitab Mafâtîh al-Gayb yang menggunakan pendekatan falsafi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan investigasi terhadap berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan materi lain yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya tafsir Mafâtîh al-Gayb mengadopsi pendekatan interdisipliner yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti teologi, filsafat, tasawwuf, fiqh, qiraat, bahasa, dan ilmu-ilmu lainnya. Al-Razi menerapkan beberapa pendekatan secara simultan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur`an. Meskipun demikian, pendekatan filsafat mendominasi pada ayat-ayat yang berkaitan dengan entitas ketuhanan, sifat-sifat Allah Swt., dan Kenabian, yang diwarnai dengan elemen-elemen teologis dalam penafsirannya. Ini mengindikasikan bahwa pendekatan filosofis tidak terlalu mendominasi dalam tafsirnya, melainkan hanya mendominasi pada pembahasan ayat-ayat tertentu. Al-Razi Menggunakan pendekatan filosofis dalam tafsir untuk mengkritik pandangan-pandangan filosof yang tidak sesuai dalam penafsiran, yang mana hal tersebut berbeda dengan ulama lain yang mencoba menyelaraskan pandangan filosofis dengan teks-teks agama.
Copyrights © 2023