Pada tanggal 28 September 2018 pukul 18.02 waktu setempat, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang Kota Palu, diperparah dengan gelombang tsunami yang segera meluluhlantahkan wilayah pesisir Palu. Bencana dahsyat ini mengakibatkan lebih dari 3.475 korban jiwa dan kerugian materiil miliaran. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu menjadi daya tarik bagi kota dan daerah disekitarnya, selanjutnya mendorong Kota Palu untuk berkembang menjadi kota penyedia jasa sebagai penggerak utama kegiatan perekonomiannya, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Kota Palu (KEK) sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Strategis yang ditetapkan. Mengingat kerentanan Kota Palu terhadap risiko bencana multihazard, maka penguatan fungsi perekonomian perlu dilakukan, disertai dengan peningkatan ketahanan terhadap risiko bencana, sehingga diperlukan penguatan sumber daya yang ada, dimulai dari sumber daya manusia yang akan dibekali manajemen. dan keterampilan terkait mitigasi bencana, hingga infrastruktur tangguh bencana, guna menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian di Kawasan Strategis Perekonomian.
Copyrights © 2023