Pendidikan inklusif dapat berhasil sesuai tujuan ketika dalam pelaksanaannya dilakukan sesuai kebijakan dan didukung dengan fasilitas yang memadai. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reasearch) dilaksankan di 10 sekolah di kabupaten Gunungkidul dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdapat sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang belum melaksanakan pendidikan inklusi sesuai dengan kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan. Proses identifikasi dan assessment yang seharusnya menjadi poin penting ternyata tidak dilakukan beberapa sekolah. Penyebab tidak dilakukan identifikasi dan asesmen adalah karena factor kurangnya pengetahuan guru tentang pendidikan inklusi dan orang tua yang masih belum bisa menerima jika anaknya di identifikasi sebagai anak berkebutuhan khusus. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan sosialisasi baik secara personal maupun kelembagaan kepada orang tua dan juga guru. Pemberian intensif kepada guru di kelas inklusif juga dilakukan sebagai reward dari tugas mengajar yang lebih berat dari pada guru di kelas regular.
Copyrights © 2024