Perceraian antara pasangan suami istri yang sudah menjadi orang tua akibat pertengkaran yang terus-menerus dilakukan dapat membawa dampak buruk bagi proses pembentukan identitas anak, terutama saat anak sedang berada pada fase remaja. Aspek psikologis anak dan kebutuhan akan terbentuknya identitas selama masa eksplorasi saat remaja cenderung lebih sulit terpenuhi akibat ketidakhadiran dari sosok kedua orang tuanya secara utuh, terlebih pada fase ini, remaja sedang berada dalam labilitas jiwanya. Padahal, peran orang tua sangatlah signifikan di dalam proses perkembangan anak saat remaja, khususnya pada tugas anak untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya. Apabila orang tua tidak hadir secara utuh pada proses perkembangan anak, terutama saat remaja, maka anak akan cenderung tidak mendapatkan kebutuhan psikologis secara penuh, mengalami perasaan yang tidak menyenangkan (unwanted feelings), tidak memiliki pedoman hidup yang jelas, mengalami kebingungan peran, lebih mudah terpengaruh pada pergaulan buruk dari lingkungan di luar rumah, dan berperilaku agresif ataupun antisosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang mana penulis membaca beberapa sumber referensi dari jurnal artikel, lalu menuliskannya dengan kata-kata sendiri berdasarkan pemahaman pribadi, namun tetap berlandaskan pada ketentuan ilmiah yang ada. Selain itu, penulis juga memakai data sekunder yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Jawa Barat 2020 untuk menganalisis data perceraian di Kabupaten Bekasi yang telah tersaji pada tahun 2019.
Copyrights © 2021