Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil implementasi pengembangan model klaster sapi berbasis zonasi ekonomi, sosial budaya dan pariwisata dalam mendukung Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Provinsi Jawa Timur. Sebagai tindak lanjut ujicoba prototipa model yang sudah dirumuskan pada tahap pertama Tahun 2018 berupa model hilirisasi klaster sapi pada kutub pertumbuhan Wilayah Pengembangan II Provinsi Jatim bagian tengah meliputi; Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif, eksporatif, melalui uji factor dalam memetakan kerangka kawasan, kemudian dikroscek dengan hasil survei dan data sekunder, serta diferifikasi melalui FGD. Pada tahap implementasi pengembangan model klaster sapi ditemukan beberapa factor penting diantaranya: pengembangan model klaster sapi harus memperhatikan proses hilirisasi, kondisi sosial budaya para peternak, kelembagaan koperasi yang sehat, kebijakan pemerintah yang melindungi faktor-faktor produksi peternakan dan produk komplementer yang terkait yaitu ketersediaan bibit ternak, produk agribis lainnya, luasan lahan hijauan, teknologi olahan, kebijakan pendanaan, dan proteksi intervensi dari korporasi yang cenderung memonopoli dalam penentuan harga susu, serta kebijakan SIDa yang mampu mensinergikan antar sektor dan antar stakeholder melalui tim koordinasi dan dibingkai dalam kerangka kawasan inovatif yang didukung oleh ruang publik kreatif, terkonsep dan terintegrasi sejalan dengan RPJMD, RPJBD, dan ditindaklanjuti dalam program-program kegiatan yang tertuang dalam APBD secara terpadu, untuk menjamin terbangunnya hilirisasi klaster industry dan proses aglomerasi daya saing daerah.
Copyrights © 2023