Penelitian ini menganalisis dampak bullying pada Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) siswa di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan lokasi penelitian pada Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Loji, Kota Bogor, dan melibatkan beberapa subjek penelitian, termasuk guru, korban perundungan, orang tua korban, dan keluarga korban. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% dari responden mengalami bullying, dan sekitar 25% dari mereka menunjukkan gejala yang mengindikasikan adanya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Implikasinya adalah perlunya intervensi yang tepat dalam lingkungan sekolah untuk mengurangi risiko munculnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan dampak negatif lainnya. Dukungan psikologis, konseling, dan pendidikan tentang kesehatan mental menjadi kunci dalam membantu siswa mengatasi dampak psikologis dari bullying. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan program pencegahan dan intervensi yang berfokus pada kesehatan mental siswa yang mengalami bullying di sekolah dasar.
Copyrights © 2023