Menurut World Bank menunjukan 7% dari populasi dunia merupakan pembawa sifat thalasemia. Di Indonesia bulan juni tahun 2021 sebanyak 10.973 kasus. Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penderita thalasemia terbanyak, pada akhir 2019 jumlahnya 4.000 kasus. Ketua POPTI menyampaikan terdapat 145 kasus thalasemia di Majalengka. Tahun 2023 pada bulan mei tercatat 115 penderita thalasemia yang melakukan rawat jalan di Klinik Thalasemia RSUD Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi terapi kelasi besi dengan kualitas hidup anak pada penderita thalasemia mayor di RSUD Majalengka. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak penderita thalasemia mayor yang mengkonsumsi terapi kelasi besi dan berusia 6-18 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik porpusive sampling berjumlah 53 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MCQ versi melayu dan PedsQL. Analisa data menggunkan uji Spearman Rank. Tempat penelitian di RSUD Majalengka pada tanggal 15 Mei-10 Juni 2023. Hasil analisa bivariat menggunakan uji spearman rank p value < α dan r < 1,00 hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi terapi kealsi besi dengan fungsi fisik (0,00), fungsi emosional (0,00), fungsi sosial (0,00), dan fungsi sekolah/akademik (0,01) Dengan arah korelasi positif sedang hingga positif kuat yang menunjukan bahwa semakin tinggi kepatuhan konsumsi terapi kelasi besi maka semakin baik kualitas hidup anak thalasemia
Copyrights © 2024