Pelajar yang berprestasi secara akademik atau kurang mampu finansial dapat menerima beasiswa. Agar beasiswa tidak salah dan tepat sasaran, proses yang mencakup beberapa tahapan penting diperlukan untuk memilih penerima beasiswa dengan ketelitian dan ketepatan. Saat ini, ada masalah dengan proses pemilihan penerimaan beasiswa untuk siswa/siswi di SMA Negri 11 Kabupaten Tangerang. Proses ini dilakukan secara manual, sehingga sistem saat ini tidak dapat menghasilkan hasil yang sesuai dengan tujuan program. Ini karena pada tahap seleksi, tidak ada bobot yang diperlukan untuk menilai calon penerima, sehingga hasil yang dihasilkan tidak memenuhi kriteria. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Calon Penerima Beasiswa Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk pemilihan kriteria dan hasil Pada SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang. Metode Analytical Hierarchy Process ini memiliki kelebihan dalam proses pengambilan keputusan karena membandingkan secara berpasangan setiap kriteria yang terlibat dalam suatu masalah untuk menentukan seberapa penting setiap kriteria. Diharapkan dengan kehadiran Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Calon Penerima Beasiswa ini, proses pemilihan beasiswa akan menjadi lebih efisien, lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien. Selain itu, sistem yang diusulkan akan menjadi lebih mudah bagi sekolah untuk menentukan siswa yang layak dari segi prestasi dan keuangan untuk mendapatkan beasiswa.
Copyrights © 2024