Program Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud mengartikan Kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses,memahami,dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan,antaralain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Salah satu akses literasi ini adalah pojok bacakelas sebagai perpustakaan mini yang dihadirkan dalam kelas sehingga lebih mendekatkan dan mengakrabkanlagi siswa dengan bahan bacaannya. Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan kota Bireuen,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara danangket. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa gerakanliterasi pojok baca kelas belum terlaksana secara menyeluruh karena hanya ada 3 sekolah yang memiliki pojokbaca kelas masing-masing1 sampai 2 kelas saja pojok bacanya. Padahal seruan ini sudah dicanangkan olehpemerintah sejak tahun 2016 untuk mengembalikan budaya baca anak, alasan yang mendasar oleh sekolah adalah keterbatasan dana dan minimnya pengalaman dalam mendesain pojok baca kelas.Dilihatdarieksistensi daya baca anak memberikan gambaran bahwa siswa sangat menyambut baik kehadiran pojok bacadi kelasnya ditandai dengan aktivitas dan antusias siswa dalam membaca buku bacaan sebelum pelajaran dimulai dan pada saat jam istrahat.
Copyrights © 2022