Pembelajaran kreatif terus dibahas sejak pembelajaran itu ada sebab bukan hal yang baru dan bahkan dibutuhkan oleh semua pihak. Namun oleh karena pembelajaran selama ini hanya menitik beratkan pada aspek kognitif semata dan mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran yang bernuansa kreativitas terabaikan, semestinya ketiga aspek tersebut diupayakan berjalan secara simultandan kreatifitas mutlak merupakan bagian atau satu kesatuan dengan pembelajaran itu sendiri. Karakteristik individu yang memiliki bakat kreatifitas adalah memiliki etos kerja yang tinggi, cepat dalam mengambil keputusan, berpikir feleksibel, penuh ide, hasrat ingin tahu, cenderung melakukan tugas âtugas yang berat dan sulit. Dalam bimbingan konseling setiap individu atau peserta didik memiliki potensi yang dapat dikembangkan, termasuk potensi kreativitas.Perlu dibangun dan ditumbuh kembangkan sejak dini, namun ia tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan melalui tiga pilar yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiganya dituntut mampu menciptakan lingkungan yang dibutuhkan berupa: Fleksibilitas dalam kesempatan, contoh yang positif, bimbingan dan dukungan, rasa humor, empati. Demikian pula utamanya bagi guru/konselor diharapkan mengedepankan prinsip-prinsip yaitu: prinsip understanding,acceptance, flexibility, kepekaan dan keahlian yang dikemas dalam tiga proses layanan yakni,counseling itu sendiri, consulting, dan coordinating.
Copyrights © 2015