DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
Vol. 10 No. 2 (2023): Desember

Semaoen dalam Catatan Sejarah Sastra Indonesia

Teguh Prasetyo (Universitas Kristen Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2023

Abstract

Abstrak Periode awal abad ke-20 merupakan tonggak penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Pada periode ini, muncul pula karya-karya sastra yang kemudian diberi label “bacaan liar”. Salah satu pengarang yang sangat penting dari tulisan-tulisan yang dicap “bacaan liar” tersebut adalah Semaoen, dengan Hikayat Kadiroen-nya. Semaoen sendiri merupakan pemikir kiri sekaligus ketua Partai Komunis Indonesia yang pertama pada 1920-an. Hikayat Kadiroen menjadi novelnya yang memiliki bentuk penceritaan yang menarik. Sebagai penelitian sejarah sastra dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, tulisan ini mencoba untuk memaparkan posisi dan sejarah kepengarangan Semaoen di tengah-tengah sejarah kesusastraan Indonesia. Dapat disimpulkan kemudian, dalam artikel ini, Semaoen dan Hikayat Kadiroen menjadi penting dalam khazanah sastra Indonesia modern. Selain menandai kekhasanan perlawanan melalui karya sastra di awal Abad ke-20, Semaoen dan karyanya ini juga menjadi menarik karena gaya penceritaan yang berbeda dengan beberapa karya sastra mayor pada zamannya, dengan menunjukkan ciri aliran Realisme-sosialis. Kata Kunci: Hikayat Kadiroen, Sastra Indonesia, Semaoen, Abstract The early 20th century is an important milestone in the history of Indonesian literature. During this period, literary works emerged that were later labeled "wild readings". One of the most important authors of these writings labeled as "wild reading" was Semaoen, with his Hikayat Kadiroen. Semaoen himself was a leftist thinker and the first chair of the Indonesian Communist Party in the 1920s. Hikayat Kadiroen is his novel that has an interesting form of storytelling. As a literary history research with data collection through literature study, this paper tries to explain the position and history of Semaoen's authorship in the midst of Indonesian literary history. It can be concluded then, in this article, that Semaoen and Hikayat Kadiroen are important in the treasury of modern Indonesian literature. In addition to marking the distinctiveness of resistance through literature in the early 20th century, Semaoen and his work are also interesting because of the style of storytelling that differs from some of the major literary works of his day, by showing the characteristics of Socialist-Realism works. keywords: Hikayat Kadiroen, Indonesian Literature, Semaoen,

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

dia

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

FOCUS AND SCOPE Journal of Dialektika is a professional, double-blind peer-reviewed international journal devoted to promoting scholarly knowledge and exchanging academic research and professional findings on all aspects of English such as English literature, second or foreign language (ESL/EFL) ...