ABSTRAK Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi adalah salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan secara mandiri oleh perempuan. SADARI sangat penting untuk dilakukan karena 85% benjolan pada payudara dapat di temukan oleh penderita itu sendiri, namun masih banyak siswi yang belum memahami apa itu SADARI dan pentingnya melakukan tindakan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan SADARI pada siswi SMK Kesehatan Atambua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di SMK Kesehatan Atambua dengan sampel berjumlah 86 siswi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik dengan uji chi-square. Hasil uji statistisk menunjukan ada pengaruh antara pengetahuan (ρ-value= 0,000), sikap (ρ-value= 0,000), dan sumber informasi (ρ-value= 0,000) terhadap tindakan SADARI. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas dalam penelitian ini yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan sumber informasi memiliki pengaruh terhadap tindakan SADARI siswi SMK Kesehatan Atambua. Siswi perlu berperan aktif untuk memperoleh informasi tentang SADARI dan mampu melakukan tindakan SADARI secara rutin dengan langkah-langkah yang tepat. Dinas kesehatan Kabupaten Belu diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan lewat berbagai metode khususnya penyuluhan/sosialisasi tentang SADARI.
Copyrights © 2023