Harga daging sapi di Indonesia mengalami fluktuasi dengan besaran yang berbeda antar provinsi. Hal ini diakibatkan oleh permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi domestik terutama saat periode masa pandemi Covid 19 yang sedang terjadi di Indonesia. Kenaikan ini salah satunya disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di dunia terutama di Indonesia. Letak pusat produksi dan konsumsi yang berbeda cenderung menyebabkan masalah distribusi daging sapi. Biaya transportasi yang tinggi menyebabkan harga di provinsi provinsi-provinsi yang jauh dari pusat produksi daging sapi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan. Pembatasan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah juga memperparah permasalahan distribusi daging sapi yang kemudian berujung pada fluktuasi dan disparitas harga daging sapi.
Copyrights © 2022