Pada lansia akan terjadi penurunan kemampuan yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko jatuh adalah dengan melakukan latihan fisik contohnya senam lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan senam lansia dengan risiko jatuh lansia di PSTW Budi Sejahtera (Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan). Metode penelitian korelasi dengan observasional analitic pada sampel sebanyak 36 orang lansia yang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pelaksanaan senam lansia Menpora 2000 dan The Timed Up and Go Test. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan senam lansia baik (69,4%) dan tidak berisiko tinggi jatuh (66,7%). Berdasarkan hasil uji Fisher Exact didapatkan bahwa terdapat hubungan pelaksanaan senam lansia dengan risiko jatuh lansia di PSTW Budi Sejahtera (Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan) dengan nilai p-value = 0,000. Pelaksanaan senam lansia dapat mengurangi risiko jatuh lansia, maka diharapkan lansia dapat mempertahankan pelaksanaan senam lansia yang sudah baik
Copyrights © 2020