ABSTRAK : Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh (Prasetya Lukyta., 2016). Perilaku merokok banyak dilakukan pada masa remaja. Pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16 –19 tahun yang merokok 20,5 %. Usia merokok pada remaja di Indonesia sekarang adalah usia mulai merokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10 –14 tahun meningkat lebih dari 100 % dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun (Riskesdas, 2018). Menurut Setiyanto, R, (2013), faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok adalah tekanan teman sebaya, berteman dengan perokok usia muda, status sosial ekonomi rendah, mempunyai orang tua yang merokok, saudara kandung, lingkungan sekolah (guru) yang merokok dan tidak percaya bahwa merokok mengganggu kesehatan.ABSTRACT :Smoking is smoking substances that are harmful to the body (Prasetya Lukyta., 2016). Smoking behavior is often carried out during adolescence. In 2018, it showed that the prevalence of teenagers aged 16 – 19 years who smoked was 20.5%. The smoking age among teenagers in Indonesia now is that the age at which they start smoking is getting younger (earlier). New smokers aged 10 – 14 years have increased by more than 100% in less than 20 years (Riskesdas, 2018). According to Setiyanto, R, (2013), factors that influence smoking habits are peer pressure, being friends with young smokers, low socioeconomic status, having parents who smoke, siblings, a school environment (teachers) who smoke and those who do not. believe that smoking is detrimental to health. Smoking has many dangerous negative effects on human health, and the smoking habit is not only detrimental to the smoker himself, but also threatens the community around him
Copyrights © 2023