Fika Pratiwi
Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DISMENORHOE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI DISMINORHOE DI KELAS XI SMA N 2 BANGUNTAPAN Rahma Susilawati; Fika Pratiwi; Yulia Adhisty
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2022): JIK MMY : Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dysmenorhoe merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi, menyerang 75% dari seluruh wanita. Dysmenorhoe primer di SMA N 2 Banguntapan pada 10 siswi mengatakan kurang begitu mengerti tentangdysmenorhoe dan tidak pernah mencari tahu tentang dysmenorhoe.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai dysmenorhoe di kelasXI SMAN2Banguntapan sebelumdan sesudah diberikan intervensi.Metode penelitian: Metode penelitian menggunakan pre-experimental design dengan rancangan One Group PretestPosttest Design. Lokasi penelitian di MTs YAPPI Jetis Saptosari. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI yang berjumlah50 siswi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah nonprobability samplingdengansampling jenuh 50siswi.Teknikanalisa data menggunakan paired sample t-test.Hasil penelitian: Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan remaja tentang dysmenorhoe untuk kategori baik hanya9 orang (18,0%) dan untuk tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan untuk kategori baik menjadi 29 orang (58,0%). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 5,702 > t tabel 1,980 dengan nilai p value< α (0,000<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang dysmenorhoe terhadap tingkat pengetahuan remaja putrimengenai dysmenorhoe di kelasXISMAN2Banguntapan.
TINGKAT PENGETAHUAN INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU NIFAS DI PMB EMI NARIMAWATI WONOKROMO PLERET BANTUL YOGYAKARTA Siti Rochani; Yulia Adhisty; Fika Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2022): JIK MMY : Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI dini dan eksklusif membantu anak-anak bertahan hidup dan memberi merekaantibodi yang melindungi dari berbagai penyakit umum pada masa kanak-kanak, seperti diare dan pneumonia.Bukti menunjukkan bahwa anak-anak yang disusui memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes kecerdasan,cenderung tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, dan kurang rentan terhadap diabetes dikemudian hari. Meningkatkan angka menyusui secara global dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 820.000 anakdi bawah usia 5 tahun setiap tahun dan juga dapat mencegah tambahan 20.000 kasus kanker payudara padawanita setiap tahunnya.Tujuan Penelitian : Mengetahui tingkat pengetahuan tentang inisiasi menyusu dini pada ibu nifas di PMB EmiNarimawati Tahun 2021.Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan penelitian cross selectional, yaitu metode pengambilandata yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan total responden 30 orang.Hasil Penelitian : Mayoritas responden (80%) atau 24 responden berusia 20-35 tahun, mayoritas responden(77%) atau 23 responden paritas multigravida, mayoritas responden (60%) atau 18 responden berpendidikanSMA/SMK, mayoritas responden (87%) atau 26 responden melaksanakan IMD, mayoritas responden (80%) atau24 responden memiliki pengetahuan baik.Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan inisiasi menyusu dini pada ibu nifas di PMB EmiNarimawati tahun 2021adalah baik.Saran : Penelitian ini merekomendasikan adanya edukasi tentang pengetahuan inisiasi menyusu dini bagi ibu nifasdi PMBEmi Narimawati untukmeningkatkan pengetahuan tentang IMD.
ASUHAN KEBIDANAN DENGAN DEEP BACK MASSAGE UNTUK MENGURANGI NYERI INPARTU KALA I Fika Pratiwi; Yulia Adhisty; Nurul Aringtyas; Annisa Rahmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan proses alamiah, nyeri yang dialami saat persalinan menjadikan wanita menjadi takut, cemas, dan khawatir. Nyeri saat persalinan pada dasarnya adalah reaksi dari kontraksi otot rahimMetode terapi untuk nyeri persalinan terdapat dua, yaitu metode farmakologi dan non-farmakologi. Metode non farmakologi sendiri banyak dipilih karena dapat meminimalisir efek samping bahan kimia. Maka dari itu pemilihan terapi deep back massage diterapkan untuk penurunan nyeri pada persalinan kala I. Tujuan: Asuhan berkelanjutan yang dilakukan pada Ibu di masa bersalin.Metode Asuhan: Asuhan untuk pengurangan nyeri pada persalinan kala I dengan pemberian terapi deep back massage pada setiap kontraksi dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan dimulai dari kala I hingga pembukaan lengkap. Asuhan berkelanjutan dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan. Hasil Asuhan:. Hasil dari asuhan kebidanan berkelanjutan ibu bersalin Ny.E dengan deep back massage untuk mengurangi nyeri inpartu kala I menunjukan adanya intensitas nyeri yang berkurang. Terjadi penurunan tingkat nyeri pada Ny.E sebesar rata-rata 0,5.Kesimpulan: Pemberian deep back massage terbukti efektif mengurangi nyeri kala I persalinan.Kata kunci: Asuhan berkelanjutan, deep back massage, nyeri persalinan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI KLINIK PRATAMA PURI ADISTY KOTAGEDE YOGYAKARTA Fika Pratiwi; Yulia Adhisty; Fauzul Husna
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Kadar hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan. Untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5 gram/100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/100ml. Pada wanita usia subur Hb < 12,0 g/dl dikatakan anemia, sedangkan pada ibu hamil dikatakan anemia bila Hb < 11,0 g/dl. Anemia keamilan merupakan peningkatan kadar cairan plasma selama kehamilan mengencerkan darah (hemodilusi) yang dapat tercermin sebagai anemia. Anemia kehamilan yang paling sering dijumpai adalah anemia gizi besiTujuan Penelitian : Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Di Klinik Pratama Puri Adisty Kotagede YogyakartaMetode Penelitian : Desain penelitian yang peneliti gunakan dalam adalah desaindeskriptif serta menggunakan desain cross sectional, total responden 39 orangHasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan ibuhamil tentang anemia yaitu sebagian besar responden (49%) berpengetahuan baik, rata-rata responden (46%) berpengetahuan cukup dan sebagian kecil responden (5%) berpengetahuan kurangKata kunci : pengetahuan, ibu hamil, anemia
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RSUD WONOSARI, GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Fika Pratiwi; Nurul Aringtyas; Citra Azhari Sandi
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukan sayatan pada rahim depan perut. Adapun faktor penyebab persalinan sectio caesarea yaitu indikasi medis ibu, indikasi medis janin, indikasi non medis dan faktor predisposisi. Persalinan ditolong oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 3299 persalinan selama Bulan Januari - November 2022. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab persalinan sectio caesarea di RSUD Wonosari. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Teknik pengambilan data menggunakan teknik total sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sectio caesarea di RSUD Wonosari pada bulan Januari - Desember 2022, dengan jumlah sebanyak 239 orang. Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa persalinan sectio caesarea berdasarkan indikasi medis ibu jumlah terbanyak disebabkan Preeklampsia (48,5%), riwayat SC (16,7%), KPD (19,2%). Indikasi medis janin malpresentasi (9,5%), janin besar (0,4%). Faktor predisposisi sebagian besar pasien SC berusia <20 tahun dan >35 tahun (34,9%), paritas resiko tinggi (15,9%). Indikasi non medis berdasarkan sosial ekonomi rendah (31,8%), permintaan pribadi (0,0%). Kesimpulan : secara umum persalinan sectio caesarea dilakukan karena adanya indikasi medis pada ibu maupun janin dan sebagian besar pasien memiliki indikasi medis lebih dari satu. Kata Kunci : sectio caesarea, indikasi medis pada ibu, indikasi medis pada janin, indikasi non medis, faktor predisposisi ABSTRACT Background : Sectio Caesarea is a birth that is made through an incision in the uterus in front of the abdomen. The factors that cause sectio caesarea deliveries are maternal medical indications, fetal medical indications, non-medical indications and predisposing factors. Delivery assisted by a doctor specialist Obstetri And Gynecology in Gunungkidul Regency there were 3299 deliveries during January - November 2022. Objectives : This study aims to describe the factors that cause sectio caesarea deliveries at Wonosari Hospital. Methods: This study uses a quantitative descriptive research method with a secondary data analysis approach. Data collection technique using total sampling technique . The population of this study were all mothers giving birth by sectio caesarea at Wonosari Hospital in January - December 2022, with a total of 239 people. Results: The results of the study found that sectio caesarea deliveries based on medical indications for the mother were mostly caused by preeclampsia (48.5%), history of SC(16.7%), PROM (19.2%). Medical indications malpresentation fetus (9.5%), large fetus (0.4%). The predisposing factors for most of the SC patients were aged <20 years and >35 years (34.9%), high risk parity (15.9%). Non-medical indication based on low socioeconomic (31.8%), personal request (0.0%). Conclusion: in general , sectio caesarean delivery is carried out because of medical indications for both the mother and the fetus and most patients have more than one medical indication. Keywords: sectio caesarea, medical indications for the mother, medical indications for the fetus, nonmedical indications, predisposing factors
PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN PENYAKIT MENAHUN PADA LANSIA DI RW XI JOGOKARYAN MANTRIJERON YOGYAKARTA TAHUN 2022 Fika Pratiwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. 1 (2023): DIMASLIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Lansia umumnya mengalami berbagai penyakit degeneratif akibat terjadinya penurunanfungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruhaspek kehidupan, termasuk kesehatannya. Berkaitan dengan status kesehatan pada lansia, saat inipemerintah telah mencanangkan program peningkatan derajat kesehatan khusus lansia melalui posyandulansia. Mengingat sik lansia yang lemah sehingga mereka tidak dapat leluasa menggunakan sarana danprasarana maka upaya pemanfaatan pelayanan posyandu lansia yaitu dengan menyediakan sarana danfasilitas khusus bagi lansia.TUJUAN :Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Semakin bertambah usia permasalahanseperti sik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial kemungkinan akan semakin meningkat (Kiik et al., 2020).Masalah kesehatan akibat proses degenaratif merupakan salah satu permasalahan yang sangat mendasarpada lanjut usia seperti hipertensi, jantung, dan diabetes melitus (DM).Metode : metode penyuluhan tentang penyakit menahun pada lansiaHasil : Lansia diharapkan dapat mempunyai kesadaran yang tinggi dalam melakukan perawatan padadirinya dan melakukan kebiasaan yang baik semasa lansia
PROMOSI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK DI POSYANDU REMAJA PADUKUHAN KEMBANGGEDE KELURAHAN GUWOSARI PAJANGAN BANTU Fika Pratiwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. II (2023): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh (Prasetya Lukyta., 2016). Perilaku merokok banyak dilakukan pada masa remaja. Pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16 –19 tahun yang merokok 20,5 %. Usia merokok pada remaja di Indonesia sekarang adalah usia mulai merokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10 –14 tahun meningkat lebih dari 100 % dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun (Riskesdas, 2018). Menurut Setiyanto, R, (2013), faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok adalah tekanan teman sebaya, berteman dengan perokok usia muda, status sosial ekonomi rendah, mempunyai orang tua yang merokok, saudara kandung, lingkungan sekolah (guru) yang merokok dan tidak percaya bahwa merokok mengganggu kesehatan.ABSTRACT :Smoking is smoking substances that are harmful to the body (Prasetya Lukyta., 2016). Smoking behavior is often carried out during adolescence. In 2018, it showed that the prevalence of teenagers aged 16 – 19 years who smoked was 20.5%. The smoking age among teenagers in Indonesia now is that the age at which they start smoking is getting younger (earlier). New smokers aged 10 – 14 years have increased by more than 100% in less than 20 years (Riskesdas, 2018). According to Setiyanto, R, (2013), factors that influence smoking habits are peer pressure, being friends with young smokers, low socioeconomic status, having parents who smoke, siblings, a school environment (teachers) who smoke and those who do not. believe that smoking is detrimental to health. Smoking has many dangerous negative effects on human health, and the smoking habit is not only detrimental to the smoker himself, but also threatens the community around him