Pelajar otonom diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, penelitian tentang tingkat kemandirian pelajar dianggap penting untuk dilakukan dalam pengembangan program pendidikan. Sementara itu, kecerdasan buatanĀ diidentifikasi sebagai elemen penting yang memberikan kontribusi pada pengembangan dari proses pendidikan yang adaptif dan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei digunakan untuk melihat hasil survei tentang gaya pelajar otonom, dengan data dikumpulkan melalui angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dengan pemilihan sampelnya, simple random sampling. Teknik analisis data dengan cara deskriptif, dengan perhitungan persentase. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tahapan perencanaan, proses, dan evaluasi, khususnya pada tahap evaluasi yang masih di bawah 50%. Hal ini menunjukkan perlunya peran pendidik atau dosen dalam membantu mahasiswa mengevaluasi hasil pembelajaran mandiri. Meskipun demikian, penggunaan kecerdasan buatan dinilai positif oleh mahasiswa, menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menjadi alat efektif dalam mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman tentang otonomi pelajar dan penerapan kecerdasan buatan dalam konteks pendidikan
Copyrights © 2024