Latar Belakang: Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi ekonomi yang signifikan di Indonesia. Namun, untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu dilakukan analisis yang mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia atau IPM di wilayah ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regresi spasial pada IPM di Kalimantan Timur tahun 2021. Metode: Metodologi penelitian mencakup sumber data yang digunakan dan variabel penelitian yang terdiri dari variabel dependen (IPM) dan variabel independen yang meliputi harapan lama sekolah, umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah, rasio ketergantungan, tingkat pengangguran terbuka, dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Kemudian akan dibandingkan dengan dua metode yaitu metode Ordinary Least Square (OLS) dan Geographically weighted regression (GWR). Hasil: Model GWR Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Timur lebih baik dibandingkan model OLS. R square yang didapatkan dengan pemodelan GWR lebih kecil yaitu sebesar 0.984551, Sedangkan Model OLS didapatkan nilai sebesar 0.985. Kesimpulan: Setiap wilayah di Kalimantan Timur memiliki karakteristik yang berbeda-beda atau memiliki unsur spasial. Nilai IPM tertinggi adalah Kota Samarinda, sedangkan terendah adalah Kabupaten Mahakam Ulu.
Copyrights © 2023