Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu unit usaha yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Pandemi COVID-19 menjadi penyebab UMKM di berbagai daerah mengalami penurunan pendapatan, termasuk UMKM di Kampoeng Batik Laweyan, sehingga menuntut persaingan usaha beralih ke dunia digital. Terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Kampoeng Batik Laweyan selaku mitra pengabdian, yaitu (a) menurunnya omzet penjualan dan wisatawan selama pandemi COVID-19, dan (b) mitra belum mengoptimalkan pemanfaatan platform digital dengan baik sebagai media promosi, khsusunya website. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian mendorong digitalisasi Kampoeng Batik Laweyan menggunakan digital inbound marketing sebagai solusi yang ditawarkan yang meliputi (a) membuat berbagai konten digital yang akan ditampilkan pada website Kampoeng Batik Laweyan, (b) menerapkan search engine marketing sebagai sarana untuk melakukan promosi website. Metode dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan service-learning dan transfer pengetahuan dari tim pengabdian kepada pihak Kampoeng Batik Laweyan dengan memenuhi aspek KAP (Kognitif, Afektif, Psikomotorik), dalam bentuk (a) diseminasi informasi; (b) pendampingan; dan (c) monitoring dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah konten website berupa 20 artikel dan dua video, serta jumlah pengunjung website Kampoeng Batik Laweyan yang mengalami peningkatan dengan menggunakan Google Ads.
Copyrights © 2024