Abstrak. Pengetahuan dan pendidikan anak pertama kali diperoleh melalui pengalaman pembelajaran di rumah. Tanpa disadari penanaman dan penerapan karakter terjadi didalamnya. Namun hingga saat ini kerap kali ditemukan orang tua dirumah selalu mendominasi mendidik anak dengan kata-kata larangan dalam penanaman karakter terhadap anak. Banyak juga ditemukan keluarga dan masyarakat yang masih meremehkan peranan sastra. Masyarakat masih menilai bahwa sastra hanyalah suatu karya yang menghasilkan hayalan dan angan-angan semata pada anak. Literasi memang tidak selau diartikan dengan membaca buku. Melainkan bercerita dan mendengarkan juga termasuk usaha untuk menumbuhkan karakter dasar seorang anak terutama anak usia sekolah dasar atau ibtidaiyah. Anak dapat mengadopsi, meniru dan menilai peran tokoh pada suatu dongeng dan orang tua sebagai pembimbingnya. Namun untuk saat ini masa perkembangan zaman dan pandemi mengakibatkan anak tidak terbiasa dengan literasi. anak lebih tertarik dengan kemajuan teknologi (gadget) sehingga mengakibatkan anak merasa asing terhadap lingkungan masyarakat bahkan berjaraknya emsional antara orang tua dan anak. Dan adanya sastra dengan metode berdongeng dapat menghadirkan kebijaksanaan, kebaikan moral dan budi pekerti melalui karakter-karakter tokoh yang ada didalamnya. Seorang anak dapat diajak berdongeng bersama dan berdiskusi tentang isi didalamnya. Secara tidak langsng kegiatan literasi dalam menanamkan karakter menjadi bagian dalam kehidupan keluarga. Disinilah peranan keluarga sangatlah dibutuhkan, karena adanya keterkaitan antara orang tua dan anak dalam pembentukan karakter anak khususnya di usia sekolah dasar Kata Kunci: Literasi, Dongeng Anak, Pendidikan Karakter
Copyrights © 2022