Ibadah merupakan suatu aktifitas religious yang mencerminkan intimasi seseorang dengan Allah yang disembahnya. Hal ini merupakan konsepsi umum dari pluralitas agama yang ada di dunia. Ibadah sering dipahami secara umum sebagai kegiatan agamawi setiap agama kepada Tuhan yang disembahnya. Dalam konteks ke-Kristenan sendiri ibadah juga dianggap sebagai kegiatan agamawi yang harus dilakukan oleh setiap umat Kristen baik secara komunal maupun secara personal. Akibatnya kegiatan ibadah Kristen terkesan hanyalah seremonial dan formalitas belaka. Melalui penelitian ini, peneliti ingin menemukan persepsi biblis (Alkitabiah) dengan memaparkan hakikat Ibadah dalam perspektif Roma 12:1 untuk menjelaskan sinergitas penyataan Allah dan respon manusia dalam konteks ibadahnya. Peneliti menggunakan metode Exegetis dengan pendekatan kualitatif, dengan menganalisis konteks dan teks Roma 12:1 agar memahami makna yang mendalam terkait penyataan Allah dan respon manusia beribadah. Berdasarkan hasil exegetis, Peneliti menemukan konsep dasar Paulus mengenai Ibadah, yang di dalamnya memiliki sinergitas antara penyataan Allah dan respon manusia beribadah melalui 1) Ibadah merupakan inisiatif dan kehendak Allah; 2) Ibadah adalah Persembahan Diri Manusia Sebagai Respon kepada Allah. Jadi, penyataan Allah yang dimulai dari inisiatif dan kehendak Allah dan respon manusia sama-sama berperan penting untuk mewujudkan ibadah yang berkenan di hadapan Allah.
Copyrights © 2024