Hasil penelitian terdahulu menunjukkan 47,6% ibu hamil di Desa Sukokerto memiliki kualitas konsumsi makanan yang tidak beragam (skor dietary diversity < 5) dan 46,3% ibu memiliki kebiasan tarak makan (tabu makanan). Selain itu 29,4% ibu hamil di Desa Sukokerto mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Tim pengabdian mencoba menawarkan solusi dengan meningkatkan pengetahuan kader mengenai kualitas konsumsi makanan pada ibu hamil dan nifas serta meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan mandiri. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah edukasi dan simulasi. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa seluruh peserta yaitu 12 kader posyandu mengalami peningkatan pengetahuan tentang kualitas konsumsi makanan pada ibu hamil dan ibu nifas, serta sebagian besar kader (58%) memiliki keterampilan yang baik. Keterampilan kader tidak lepas dari pemahaman dan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan informasi terkait kualitas konsumsi makanan pada ibu hamil dan ibu nifas dengan media gambar bahan pangan lokal.
Copyrights © 2023