Gunung Djati Conference Series
Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023

RESPONS FISIOLOGIS PERTUMBUHAN TIGA GENOTIP MILLET (Setaria italica L. Beauv) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DI LAHAN KERING INCEPTISOL

Sheli Mustikasari Dewi (Universitas Sali Al-Aitaam)



Article Info

Publish Date
13 Dec 2023

Abstract

Millet (Setaria italica L. Beauv) merupakan biji-bijian yang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. . Pengembangan millet perlu dilakukan untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat sekaligus mencegah masalah gizi. Salah satu kelebihan dari tanaman ini adalah kemampuan beradaptasi pada kondisi lingkungan yang beriklim kering atau memiliki kemampuan toleran terhadap cekaman kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan genotipe millet yang memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan millet pada tingkat pemberian air di lahan kering. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai dengan September 2017 pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan. Faktor petak utama terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu genotip 44, 46, dan 48. Faktor anak petak terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu 75% KL, 50% KL dan 25% KL. Variabel pengamatan yaitu komponen pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan, nisbah pupus akar dan bukaan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi genotip dan perlakuan pemberian air terhadap tinggi tanaman dan bukaan stomata Pada komponen pertumbuhan respons terbaik diberikan oleh genotip 44 yang diberi perlakuan 75% KL terhadap tinggi tanaman (140,53 cm). Genotip 48 yang diberi perlakuan 75% KL memberikan respons terbaik terhadap jumlah anakan maksimum (12,67 anakan). Genotip 46 yang diberi perlakuan 50% KL memberikan respons terbaik terhadap nisbah pupus akar (7,46) dan konduktansi stomata (136.95) pada perlakuan 75% KL.

Copyrights © 2023