Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tatanen Di Bale Atikan “Budidaya Tanaman Sayuran” SMPN 3 Cibatu Purwakarta Sheli Mustikasari Dewi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 03 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pertanian pada usia remaja cenderung minim padahal sektor pertanian beberapa tahun kedepan sangat membutuhkan generasi muda yang akan membangun pertanian Indonesia. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara penyuluhan tentang budidaya tanaman sayuran dan praktek menanam langsung di lahan pekarangan sekolah selama 4 hari. Analisis data dilakukan dengan metode pretest dan posttest untuk menentukan pengetahuan dan minat terhadap budidaya tanaman sayuran. Hasil penyuluhan dan praktek di lapangan menujukkan bahwa terjadi peningkatan nilai pengetahuan dan minat siswa-siswi terhadap budidaya tanaman sayuran di lingkungan sekolah.
RESPONS FISIOLOGIS PERTUMBUHAN TIGA GENOTIP MILLET (Setaria italica L. Beauv) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN DI LAHAN KERING INCEPTISOL Sheli Mustikasari Dewi
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Millet (Setaria italica L. Beauv) merupakan biji-bijian yang belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. . Pengembangan millet perlu dilakukan untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat sekaligus mencegah masalah gizi. Salah satu kelebihan dari tanaman ini adalah kemampuan beradaptasi pada kondisi lingkungan yang beriklim kering atau memiliki kemampuan toleran terhadap cekaman kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan genotipe millet yang memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan millet pada tingkat pemberian air di lahan kering. Penelitian dilakukan bulan Juni sampai dengan September 2017 pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan. Faktor petak utama terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu genotip 44, 46, dan 48. Faktor anak petak terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu 75% KL, 50% KL dan 25% KL. Variabel pengamatan yaitu komponen pertumbuhan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan, nisbah pupus akar dan bukaan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi genotip dan perlakuan pemberian air terhadap tinggi tanaman dan bukaan stomata Pada komponen pertumbuhan respons terbaik diberikan oleh genotip 44 yang diberi perlakuan 75% KL terhadap tinggi tanaman (140,53 cm). Genotip 48 yang diberi perlakuan 75% KL memberikan respons terbaik terhadap jumlah anakan maksimum (12,67 anakan). Genotip 46 yang diberi perlakuan 50% KL memberikan respons terbaik terhadap nisbah pupus akar (7,46) dan konduktansi stomata (136.95) pada perlakuan 75% KL.