Penelitian ini mengkaji karunia berbicara dalam bahasa roh (Glossolalia) dalam teologi Pentakosta dan relevansinya bagi pertumbuhan iman generasi milenial. Dengan menganalisis asal-usul Yunani 'Glossolalia', studi ini menyoroti penggunaannya dalam Kisah Para Rasul dan 1 Korintus, mengungkap konteks historis dan teologis. Fokus utama adalah peran bahasa roh sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan, memperkuat kehidupan rohani dan iman individu. Survei kualitatif mengeksplorasi persepsi generasi milenial, menunjukkan relevansi karunia ini lintas generasi, pendidikan, dan gender. Temuan menekankan pentingnya bahasa roh dalam konteks modern, mendukung identitas spiritual milenial dan membentuk komunitas keagamaan yang inklusif dan dinamis. Penelitian menyimpulkan bahwa bahasa roh penting dalam mempertahankan tradisi Pentakosta yang relevan dan adaptif terhadap perubahan sosial dan budaya kontemporer
Copyrights © 2024