Exhaust gas recirculation system (EGR) terbukti membawa dampak positif bagi penurunan emisi gas buang yang dihasilkan mesin diesel. Sistem EGR panas terbukti dapat meningkatkan temperatur ruang bakar sehingga mengakibatkan peningkatan proses pembakaran. Sedangkan sistem EGR dingin terbukti dapat menurunkan emisi gas buang mesin diesel. Penelitian ini bertujuan mengobservasi temperatur exhaust dan emisi jelaga dengan sistem EGR panas dan dingin. Pengujian menggunakan mesin diesel injeksi langsung 4JB1 dengan kapasitas 2800 cc. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan sistem EGR panas menyebabkan peningkatan temperatur gas buang sebesar 7,83% dan penurunan emisi jelaga mesin diesel sebesar 13,46%. Adapun penggunaan sistem EGR dingin menyebabkan penurunan temperatur exhaust sebesar 3,56% sehingga meningkatkan emisi jelaga sebesar 7,01%.
Copyrights © 2019