Pada saat ini penderita hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar. Di Indonesia prevalensi penderita hipertensi mencapai 34,1%, lebih tinggi 1,1% dibandingkan tujuan prevalensi yang ditetapkan WHO. Berdasarkan hal tersebut maka kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan pada pasien hipertensi. Pengabdian masyarakat melalui pendampingan pada pasien hipertensi dilakukan di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kepatuhan dan penurunan tekanan darah sistolik secara signifikan (p 0,028) dan diastolik secara berturut-turut dari 163 mmHg ke 147 mmHg dan 92 mmHg ke 88 mmHg. Selain itu, mengakibatkan peningkatan pencapaian tujuan terapi tekanan darah sebesar 18% untuk sistolik dan 20% untuk diastolik. Berdasarkan hal tersebut mengindikasikan bahwa pendampingan pada pasien hipertensi yang dilakukan oleh farmasis dapat memberikan manfaat yang baik dalam menurunkan resiko kejadian penyakit ateriosklerosis-kardiovaskular di masa mendatang akibat faktor resiko hipertensi.
Copyrights © 2024