Salah satu kemajuan yang muncul adalah penerapan ChatGPT sebagai inovasi baru. Menurut penelitian yang dilakukan di Stanford, ChatGPT memiliki potensi besar untuk digunakan dalam Pendidikan. ChatGPT adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat memberikan respons otomatis terhadap teks yang dimasukkan. Kemampuannya meliputi beragam tugas seperti menerjemahkan bahasa, menyusun ringkasan dari teks, dan menjawab pertanyaan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan ChatGPT mempengaruhi tingkat kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan pedoman dan strategi yang lebih baik untuk memasukkan ChatGPT ke dalam proses pembelajaran. Ini dapat mengurangi efek negatifnya terhadap tingkat kemalasan mahasiswa dan memaksimalkan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen yang mengadopsi pendekatan pretest post test control group. Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah mahasiswa di Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya. Sampel terdiri dari mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia untuk berpartisipasi, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil Penelitian menunjukan terjadi peningkatan yang signifikan pada kemandirian mahasiswa dalaam menyelesaikan tugas sebesar 65%. Dapat diambil kesimpulan ada pengaruh penggunaan chatgpt terhadap kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik dengan p<0.005 (0.000).
Copyrights © 2024