Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS BENTUK DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PECANDU NARKOBA DI KAMPUNG NAGA BONAR SURABAYA Zulkarnain, octo
Infokes Vol 8 No 02 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.77 KB)

Abstract

Penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan fenomena yang belum dapat terselesaikan hingga sekarang. Penanganan yang dapat dilakukan untuk memotivasi para pecandu adalah dengan memberi dukungan keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk dukungan keluarga dalam menjalankan perannya untuk membantu seorang pecandu terlepas dari penyalahgunaan narkoba. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan wawancara semi terstruktur untuk menganalisis bentuk dukungan keluarga informan. Wawancara direkam dengan menggunakan recorder dan dilakukan transkrip verbatim. Analisa tematik menggunakan IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Dua belas tema ditemukan sesuai dengan tujuan penelitian. Latar belakang: (1) keluarga (2) pergaulan (3) lingkungan. Riwayat kecanduan: (4) awal mula kecanduan (5) faktor penyebab (6) waktu penggunaan (7) efek samping (8) pola pikir. Bentuk dukungan keluarga (9) respon keluarga (10) mekanisme koping (11) saran yang harus diberikan untuk keluarga (12) sikap yang harus diberikan untuk keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat penting bagi pecandu narkoba, memberikan stimulus untuk perubahan. Penelitian selanjutnya disarankan agar menggali lebih dalam tentang dukungan spiritual seorang pecandu narkoba.
Uji Fisikokimia, Antibakteri VCO Metode Pembuatan Berbeda pada Bakteri Staphylococcus Aureus Terhadap Luka Kronis octo zulkarnain
Jurnal Gizi Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.9.1.2020.%p

Abstract

 Wounds have slowed healing due to the formation of biofilms, which are the surface formation of bacterial cells that are covered by the polymeric substance. Staphylococcus aureus is a gram-positive bacteria that play a role in producing multilayer in biofilms and is very easy to resistant to antibiotics. VCO has the ability as an anti-bacterial content based on lauric acid and kaprat acid. This study used experimental Quasy with a mixed Methode method.  VCO is made with 3 methods, fishing, heating and mixing. Physicochemical test results show, the highest water content is found in the VCO heating, the same three-type weight, the highest peroxide number is in the VCO mixing and the highest free fatty acids on the VCO fishing. The results of antibacterial test with Kirby-Baur method There is no barrier zone from the 3 types of VCO. VCO used as a topical is VCO fishing. The results of a test analysis of the results of observations in patients as much as 15 people for 9 days in 3 treatments with chronic wounds obtained p < 0.05 (0.000) which means during the treatment that the wound condition is better.  Keyword : wounds, biofilms, Staphylococcus aureus, Physicochemical, VCO
Perbedaan metode pembuatan VCO antibakteria terhadap sifat Fisikokimia, dan uji organoleptik, Antibakteri VCO terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Octo Zulkarnain; Suci Ferdiana
Jurnal Gizi Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.498 KB) | DOI: 10.26714/jg.9.1.2020.124-130

Abstract

Wounds have slowed healing due to the formation of biofilms, which are the surface formation of bacterial cells that are covered by the polymeric substance. Staphylococcus aureus is a gram-positive bacteria that play a role in producingmultilayer in biofilms and is very easy to resistant to antibiotics. VCO has the ability as ana anti-bacterial content based on lauric acid and kaprat acid. This study used experimental Quasy with a mixed Methode method. VCO is made with 3 methods, fishing, heating and mixing on physicochemical test. Physicochemical test results show, the highest water content is found in the VCO heating, the same three-type weight, the highest peroxide number is in the VCO mixing and the highest free fatty acids on the VCO fishing. The results of antibacterial test with Kirby-Baur method There is no barrier zone from the 3 types of  VCO. VCO used as a topical is VCO fishing.The results of a test analysis of the results of observations in patients as much as 15 people for 9 days in 3 treatments with chronic wounds obtained p < 0.05 (0.000) which means during the treatment that the wound condition is better. Keyword : Organoleptic, Staphylococcus aureus, Physicochemical, VCO
Dukungan orang tua terhadap tingkat stres anak sekolah dasar dimasa pandemi di Banyuwangi Minanton Minanton; Dias Mutiara Kasih; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v3i1.457

Abstract

Latar Belakang: Pergeseran dari pembelajaran tradisional ke online di rumah membutuhkan pelayanan kepada siswa sekolah dasar karena menimbulkan stres. Untuk mencegah stres psikologis dan mengoptimalkan pembelajaran, orang tua harus aktif mendukung anaknya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan tingkat stres siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan di SDN 3 Glenmore Banyuwangi, dengan populasi 45 siswa kelas 6 dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dukungan orang tua dan Modified Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan spearmen rho. Hasil: Anak mendapatkan dukungan orang tua dengan dominasi yang cukup, sedangkan sebagian besar anak mengalami stres ringan dan sedang. Hubungan dukungan orang tua dengan tingkat stres anak saat pandemi di SDN 03 Sepanjang Glenmore Banyuwangi signifikan dengan p-value 0,002. Kesimpulan: Dukungan orang tua berhubungan dengan tingkat stres pada anak selama pembelajaran daring di rumah, semakin rendah dukungan orang tua maka kemungkinan anak mengalami stres semakin tinggi dan sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT DI RUANG HCU RUMAH SAKIT Dr. ISKAK TULUNGAGUNG Rasi Rahagia; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.494

Abstract

Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Beban kerja yang tinggi dapat merujuk pada tuntutan tugas yang berat, jumlah pasien yang banyak, jadwal kerja yang padat, dan tanggung jawab yang besar. Turnover intention merujuk pada niat atau keinginan individu untuk meninggalkan pekerjaan mereka dalam waktu yang relatif dekat. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU Metode: Penelitian ini yaitu analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Pearson dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner beban kerja dan CBAS (Caring Behaviors Assessment Scale). Penelitian ini dilakukan di RS Dr. Iskak Tulungagung. Hasil: Hasil uji korelasi Pearson dengan taraf kesalahan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,011. Ini berarti ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan turnover intension pada perawat di ruang HCU rumah sakit Dr. Iskak Tulungagung. Kesimpulan: Semakin rendah beban kerja semakin memungkinkan bagi perawat menunjukkan turnover intension dalam memberikan asuhan keperawatan. Kata Kunci : Beban kerja, turnover intension, perawat
Analisis Pengaruh Terapi Jus Jambu Biji dan Madu dalam Menurunkan Frekuensi Buang Air Besar pada Anak Pra Sekolah (Usia 4-5 Tahun) yang Mengalami Diare Akut octo zulkarnain; HERI NUR CAHYANTO
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.508

Abstract

Background: Diarrhea remains a global issue with high rates of morbidity and mortality in many countries, especially in developing nations, and it is a major cause of illness and death among children worldwide. Objective: This study aims to investigate the effect of guava seed and honey therapy on reducing the frequency of defecation in pre-school children (aged 4-5 years) with acute diarrhea. Methods: The research method used in this study was pre-experimental with a pre-post test group design. The study population consisted of 26 pre-school children aged 4-5 years who experienced acute diarrhea, selected using total sampling technique. Data were collected using a questionnaire, and data analysis was performed using the Wilcoxon test with a significance level of 0.05. Results: The results of the study showed that before being given guava seed and honey therapy, the frequency of defecation in all children was in the high category, i.e., more than 2 times a day (100%). After receiving guava seed and honey therapy, the majority of children experienced a reduction in the frequency of defecation, with 17 respondents (65.4%), while a small portion still had a high frequency of defecation, with 9 respondents (34.6%). The results of the analysis showed P=0.000. Conclusion: Based on the research findings, it can be concluded that the administration of guava seed and honey therapy has an effect on reducing the frequency of defecation in pre-school children (aged 4-5 years) with acute diarrhea. Keywords: Guava seed and honey therapy, Diarrhea, Pre-school children
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BERESIKO PADA REMAJA (Usia 14-18 Tahun) di DESA KARANGDORO TEGALSARI BANYUWANGI octo zulkarnain; Alpian Jayadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v2i2.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara pola asuh orang tua dan perilaku beresiko pada remaja (usia 14-18 tahun) di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76,7% orang tua di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi menerapkan pola asuh tipe demokratis, dan sebanyak 73,3% remaja menunjukkan perilaku beresiko tingkat sedang. Analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p value=0,023, p value<0,05) antara pola asuh orang tua dengan kecenderungan perilaku beresiko pada remaja di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perilaku beresiko pada remaja di Desa Karangdoro Tegalsari, Banyuwangi. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan agar orang tua memberikan kebebasan kepada anak-anak mereka, namun tetap membatasi sikap dan tindakan mereka guna mengendalikan perilaku beresiko. Kata Kunci: perilaku beresiko, pola asuh orang tua.
Dukungan orang tua terhadap tingkat stres anak sekolah dasar dimasa pandemi di Banyuwangi Minanton Minanton; Dias Mutiara Kasih; Octo Zulkarnain
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v3i1.457

Abstract

Latar Belakang: Pergeseran dari pembelajaran tradisional ke online di rumah membutuhkan pelayanan kepada siswa sekolah dasar karena menimbulkan stres. Untuk mencegah stres psikologis dan mengoptimalkan pembelajaran, orang tua harus aktif mendukung anaknya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan tingkat stres siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan di SDN 3 Glenmore Banyuwangi, dengan populasi 45 siswa kelas 6 dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dukungan orang tua dan Modified Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan spearmen rho. Hasil: Anak mendapatkan dukungan orang tua dengan dominasi yang cukup, sedangkan sebagian besar anak mengalami stres ringan dan sedang. Hubungan dukungan orang tua dengan tingkat stres anak saat pandemi di SDN 03 Sepanjang Glenmore Banyuwangi signifikan dengan p-value 0,002. Kesimpulan: Dukungan orang tua berhubungan dengan tingkat stres pada anak selama pembelajaran daring di rumah, semakin rendah dukungan orang tua maka kemungkinan anak mengalami stres semakin tinggi dan sebaliknya.
PENGEMBANGAN DETEKSI DINI DAN PENANGANAN PNEUMONIA MENGGUNAKAN EXPERT SYSTEM BERBASIS WEB Heri Nur Cahyanto; Octo Zulkarnain; Denis Farida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20599

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di seluruh dunia. Pada tahun 2017, lebih dari 800.000 balita meninggal akibat pneumonia, melebihi kematian akibat AIDS, malaria, dan tuberculosis. Pneumonia menyumbang 14% dari seluruh kematian anak di bawah usia 5 tahun, menewaskan 740.180 anak pada tahun 2019. Penyakit ini merupakan infeksi akut pada jaringan paru-paru dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti bakteri, virus, jamur, bahan kimia, atau pengaruh dari penyakit lain. Menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk menghasilkan sebuah produk baru berupa sistem pakar yang dapat melakukan deteksi dini. Penelitian pendahuluan dilakukan melalui wawancara dengan dokter spesialis paru dan studi literatur untuk mengumpulkan data tentang gejala dan penyakit pneumonia. Data tersebut diolah menggunakan metode Case Based Reasoning dan diimplementasikan ke dalam program sistem pakar dengan perancangan diagram use case. Pengujian sistem melibatkan 30 pasien dengan pneumonia dan 30 pasien non-pneumonia, dengan setiap pengujian diulangi sebanyak tiga kali. Dalam pengujian, data pasien dimasukkan ke dalam aplikasi web, dan sistem pakar memberikan diagnosis dan strategi perawatan yang sesuai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat akurasi keseluruhan sebesar 98,9%. Namun, terdapat perbedaan dalam akurasi antara data pasien dengan pneumonia dan data pasien non-pneumonia. Tingkat akurasi sebesar 98,9% menunjukkan sistem pakar dengan metode Case-Based Reasoning memiliki potensi besar untuk mengidentifikasi kasus pneumonia dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Sistem ini dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam mendukung diagnosis medis. Sistem ini memiliki potensi untuk mengurangi angka kematian akibat pneumonia, terutama pada balita, dan meningkatkan perawatan kesehatan secara keseluruhan.
PEMBERDAYAAN KADER SURABAYA MELALUI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENANGANAN PERTAMA KASUS LUKA Octo Zulkarnain; Putri Pamungkas; Heri Nur Cahayanto; Ariska Putri hidayatillah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22090

Abstract

Anstrak: Penanganan luka sering kali tidak tepat dilakukan oleh masyarakat karena keterbatasan sumber informasi, kebiasaan lokal, dan kepercayaan. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan kapasitas kognitif dan pengalaman kader dalam penanganan kasus cedera. Metode yang digunakan adalah Experiential Learning dengan melibatkan 12 kader Taman Gununganayar sebagai mitra. Di awal pertemuan, dilakukan pre-test untuk menilai pemahaman kognitif kader menggunakan lembar kuesioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman kognitif kader hanya mencapai 41,6%, dan hanya 5 dari 12 kader yang mampu mempraktikkan penanganan luka. Setelah menjalani pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan. Rata-rata pemahaman kognitif meningkat menjadi 58%, dan seluruh kader mampu melakukan penanganan luka secara efektif. Hasil ini menegaskan efektivitas metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis kader, yang pada gilirannya mendukung peningkatan penanganan kasus luka di masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan pentingnya pendekatan eksperimental dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan cedera serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat terjadi akibat keterbatasan informasi dan kebiasaan lokal.Abstract: The handling of wounds is often improperly done by the public due to limited sources of information, local customs, and beliefs. This dedication aims to develop the cognitive capacity and experience of cadres in handling injury cases. The method used is Experiential Learning involving 12 Taman Gununganayar cadres as partners. At the beginning of the meeting, a pre-test was conducted to assess the cognitive understanding of cadres using a questionnaire sheet. The results showed that before the training, the cognitive understanding of cadres was only 41.6%, and only 5 out of 12 cadres were able to practice wound management. After undergoing training, there was a significant improvement. The average cognitive understanding increased to 58%, and all cadres were able to effectively handle wounds. These results confirm the effectiveness of the training method in improving the understanding and practical skills of cadres, which in turn support the improvement of wound management in the community as a whole. This illustrates the importance of an experimental approach in enhancing the capacity of the community in handling injuries and reducing the risk of errors that can occur due to limited information and local customs.