Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan body distatisfaction. Responden dalam penelitian ini sebanyak 110 mahasiswa mencakup perempuan dan laki-laki di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Insidental Sampling dan Snowball Sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala multiple body-self related quessionare appearance scales (MBSRQ-AS) dan skala intensitas penggunaan media sosial. Teknik analisi data yang digunakan adalah ini korelasi pearson product moment. Hasil analisis data diperoleh nilai r = 0,423 dengan p = 0,001 (p< 0,01) menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan body dissatisfaction. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan body dissatisfaction pada mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu, penggunaan media sosial yang tidak produktif sebaiknya dihindari untuk menghindari terjadinya body statisfaction dan meningkatkan produktifitas mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan.
Copyrights © 2023