Seiring berkembangnya perekonomian dunia pelaku bisnis khususnya yang bergerak dalam bidang manufaktur garmen, perusahaan yang mengolah bahan baku kain menjadi bahan jadi dalam bentuk pakaian, dituntut untuk menyediakan segala kebutuhan produksi dengan cepat dan akurat termasuk pengadaan bahan baku untuk menunjang proses produksi. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan sebuah metode untuk mengendalikan persediaan.Penelitian ini membahas penentuan kebijakan persediaan dengan menggunakan metode Material Requirement Planning atau MRP yang terdiri dari proses netting, lotting, offsetting dan exploding. Adapun teknik lotting yang akan digunakan yaitu Lot for Lot atau LFL dan Algoritma Wagner Whitin atau AWW. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data permintaan bahan baku produksi PT. Notos untuk produk blazer, dress, pants dan skirt. Hasil pengolahan data diperoleh bahwa menggunakan metode MRP dapat meminimasikan frekuensi pengadaan barang selama horizon waktu produksi dan biaya total persediaan perusahaan sebesar Rp 2.028.500,- dengan teknik lotting AWW sedangkan jika menggunakan teknik lotting LFL didapatkan biaya total persediaan sebesar Rp 2.520.000,-. Sehingga dengan menerapkan metode MRP berdasarkan teknik lotting AWW dapat membantu PT. NOTOS dalam mengelola persediaan dan meminimasikan biaya total persediaan.
Copyrights © 2017